Asap rokok pipa merk Dunhill mengepul tebal dari sela bibir keriputnya, mengambang di bawah putaran kipas angin langit-langit yang berderit konstan. Udara di dalam sudut restoran tua kawasan Cikini ini terasa berat oleh aroma tembakau murni bercampur wangi kayu jati kuno.
Di atas meja bundar berkain taplak putih bersih, dua cangkir teh porselen kusam masih mengepulkan uap tipis.
Pak Soegeng menurunkan kacamata bacanya hingga bertumpu di ujung hidung, menatap dua remaja di hadapannya dengan sepasang mata kecil yang tajam.
"Herman bilang ada anak kuliahan mau sewa otak gue," suara Soegeng parau, berat, sarat akan tekanan mental seorang mantan direktur penasihat bank sentral. "Gue pasang tarif lima ratus ribu rupiah cuma buat duduk sejam di sini. Uang jajan kalian semester ini bakal habis sebelum teh ini dingin, Bocah."
Nara tidak mundur satu sentimeter pun dari sandaran kursinya. Ia menaruh map jepit plastik berwarna hitam tepat di depan piring asbak Pak Soegeng. Ketukan dokumen itu terdengar mantap.
"Ini profil perusahaan PT Samudera Inti dan CV Net Baru Indonesia, Pak," ucap Nara. Suaranya jernih, membawa ketegasan mahasiswi hukum yang terbiasa membedah pasal perikatan. "Legalitasnya sah tercatat di notaris minggu lalu. Kami datang bukan buat membuang uang jajan, tapi buat menaruh pondasi bisnis."
Pak Soegeng mendengus, melirik map itu tanpa minat untuk membukanya.
"Dua hektar rawa di Sudirman dan satu ruko rongsok di ring satu Menteng," kekeh Soegeng, nadanya meremehkan tanpa sensor. "Herman cerita lu memeras Pak Broto pakai surat tata kota fiktif, Re. Taktik gertakan calo jalanan yang lumayan cerdik. Tapi properti itu bisnis padat modal, bukan sekadar main kelabui orang tua yang lagi panik."
Regan mengambil cangkir tehnya dengan gerakan lambat. Ia meniup uap panasnya perlahan, membiarkan aroma melati memenuhi rongga hidungnya. Momen napas tenang ini ia gunakan untuk mengunci seluruh gerak-gerik pria tua di depannya.
Di kehidupan masa lalu, Pak Soegeng adalah rak…
Taipan Reborn: Mengubah Takdir Wanita Yang Kucintai
26. Raksasa Keuangan
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 50 Episodes
Comments