"Gue ditolak, Re. Mereka bahkan nggak mau buka portofolio gambar yang gue susun setengah mati dari semester lalu."
Nara melemparkan amplop putih berlogo Citra Adi Pratama, perusahaan periklanan raksasa di kawasan segitiga emas, ke atas meja kayu ruko Menteng. Hantaman kertas itu memutus deru mesin kipas angin. Bahu gadis itu merosot rendah, kemeja katun putihnya terlihat sedikit kusut di bagian lengan. Sepasang mata cokelat terangnya menatap kosong ke arah tegel kusam.
Regan menghentikan ketukan jemarinya di atas papan ketik komputer IBM. Pria lima puluh delapan tahun di dalam tubuh remaja itu memindai amplop di depannya tanpa ekspresi terkejut.
Ingatan dari lini waktu yang lama menghantam kepalanya dengan pekat.
Di masa lalu, penolakan dari Citra Adi Pratama adalah awal dari runtuhnya rasa percaya diri Nara selama bertahun-tahun. Di garis waktu yang salah itu, Nara yang patah arang akhirnya memilih menyerah pada ambisi kreatifnya, terjebak menjadi staf administrasi biasa demi menambal utang Toko Sinar Jaya, dan melepaskan seluruh impian besarnya. Dulu, Regan tidak tahu hari kelam ini terjadi karena ia sedang sibuk merangkak mencari muka di depan keluarga Vera Santoso.
Kali ini, Regan tidak akan membiarkan retakan itu menghancurkan cahayanya.
"Lu udah kasih unjuk matriks konsep Mangga Dua yang lu bikin kemarin?" tanya Regan. Suaranya rendah, stabil, tanpa nada kasihan yang bisa melukai harga diri Nara.
Nara mendengus hambar, jemarinya aktif meremas ujung jaket denim gelap di pangkuannya. "Mereka cuma melihat jaket almamater gue, Re. Manajer kreatifnya bilang, perusahaan sebesar mereka nggak punya waktu buat mengajari mahasiswi ingusan yang belum lulus kuliah hukum. Mereka butuh orang suruhan yang siap pakai, bukan anak magang yang sok bawa cetak biru bisnis."
Herman yang sedang merapikan kabel modem US Robotics di sudut ruangan menghentikan aktivitasnya, ikut menoleh dengan wajah gusar. "Sombong banget orang kantoran Sudirman itu, Neng. Padahal konsep lu kemarin…
Taipan Reborn: Mengubah Takdir Wanita Yang Kucintai
38. Keakuratan Langkah
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 50 Episodes
Comments