Deru mesin diesel bus memekakkan telinga. Asap knalpot hitam pekat mengepul ke udara siang Terminal Blok M. Panas aspal membakar sol sepatu kanvas Regan. Udara Jakarta tahun 1993 di bulan ini selalu sukses memanggang kulit, tapi pemuda itu tetap berdiri tenang di peron kedatangan.
Regan melangkah maju menembus kerumunan calo tiket dan pedagang asongan. Dia mengambil alih gagang koper kain kotak-kotak dari tangan Nara.
"Penerbangannya lancar?" sapa Regan.
Nara tidak langsung menjawab. Gadis itu menatap wajah Regan lekat-lekat. Keringat menetes di pelipis Nara, membasahi anak rambutnya yang berantakan tertiup angin terminal. Ada intensitas tajam di iris cokelatnya. Bukan lagi tatapan mahasiswi biasa yang lelah setelah orientasi kampus.
"Kita perlu ngobrol, Re." Suara Nara parau, tapi nadanya menuntut.
Regan tidak mendebat. Dia meletakkan tangan kirinya di udara, berjarak satu sentimeter tepat di belakang punggung Nara, melindunginya dari desakan kuli panggul yang lewat berlarian. Mereka berjalan meninggalkan keriuhan bus menuju deretan warung tenda biru di pinggir terminal.
Mereka duduk berhadapan di kursi plastik yang lengket. Kipas angin usang berderit di sudut atap terpal. Regan memesan dua botol teh dingin. Suara pengamen jalanan memetik gitar sayup-sayup terdengar, kalah oleh klakson bajaj yang tak sabaran.
Gelas kaca tebal diletakkan di meja. Embun dingin menetes membasahi taplak plastik bermotif bunga kusam.
Nara menempelkan botol dingin itu ke pipinya sebentar. Napasnya mulai teratur.
"Gue dengar soal Vera," buka Regan santai. Dia membuka tutup botolnya dengan pembuka besi karatan di atas meja.
Nara menurunkan botolnya cepat. "Bukan cuma Vera, Re. Seluruh keluarga Santoso."
Regan mengambil sedotan, memasukkannya ke dalam botol perlahan. Dia tahu persis detail kejadiannya. Tiga hari lalu, dia meminjam mesin tik tua milik Pak Kusno. Dia mengetik lima lembar dokumen ringkas. Rincian penggelapan pajak perusahaan ayah Vera, lengkap dengan nominal suap yang disiapk…
Taipan Reborn: Mengubah Takdir Wanita Yang Kucintai
15. Pola Relasi
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 50 Episodes
Comments