BAB 7: Dapur Sultan dan Bumbu Rahasia

Ruko di Jalan Merpati No. 88 itu kini tidak lagi kosong melompong.

Di lantai satu bagian belakang, Rudi telah menyulap ruangan kosong menjadi dapur semi-profesional. Ada dua kompor gas tekanan tinggi (high pressure), meja persiapan dari stainless steel yang mengkilap, kulkas dua pintu raksasa, dan satu set pisau dapur yang harganya mungkin setara modal dagang Bu Ningsih selama sebulan.

Bu Ningsih berdiri mematung di ambang pintu dapur. Tangannya menyentuh meja stainless itu dengan gemetar. Dingin. Bersih. Tidak ada debu jalanan. Tidak ada lalat. Dan yang paling penting: Ada AC yang berhembus sejuk.

"I-ini... dapur saya, Mas?" tanyanya tak percaya.

"Betul, Bu," jawab Rian sambil menyalakan lampu dapur yang terang benderang. "Mulai hari ini, Ibu nggak perlu kipas-kipas asap lagi di pinggir jalan. Ibu masak di sini. Fokus aja bikin makanan paling enak."

Bu Ningsih mengusap sudut matanya dengan ujung kerudung. "Ya Allah... kayak mimpi. Biasanya Ibu masak sambil rebutan tempat sama tikus got."

Rudi yang sedang mengangkut karung beras tertawa lebar. "Mimpi yang jadi nyata, Bu! Bos Rian emang nggak ada obat!"

Rian menepuk tangan sekali. "Oke, sesi terharunya dipending dulu. Kita harus kerja. Besok kita Soft Opening."

Rian berjalan ke arah meja, di sana sudah berjejer bahan-bahan masakan: Ayam, tempe, tahu, sayuran, dan aneka rempah.

"Bu Ningsih," panggil Rian serius. "Saya tahu masakan Ibu sudah enak. Tapi untuk bersaing di level atas, enak saja nggak cukup. Harus bikin orang ketagihan."

Rian mengambil secarik kertas. Itu adalah catatan yang ia tulis tadi pagi—hasil transfer pengetahuan dari Resep Bumbu Penyedap Alami (Level 1).

Di kertas itu tertulis rasio campuran yang aneh. Bukan MSG atau micin, tapi kombinasi bubuk jamur, gula aren, bawang putih tunggal yang disangrai, dan sedikit himalayan salt dengan takaran presisi miligram.

"Ibu tolong bikin bumbu dasar putih dan kuning pakai takaran di kertas ini. Jangan dikurangi, jangan dilebihi. Harus persis," perintah Rian.

Bu…

Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya

Download aplikasi
Episodes
1 BAB 1: Saldo Terakhir dan Suara di Kepala
2 BAB 2: Lelaki yang Kehilangan Harga Diri
3 BAB 3: Wawancara Nasi Bungkus
4 BAB 4: Tamu Tak Diundang dan Satu Pukulan Mahal
5 BAB 5: Aroma Nostalgia dan Gerobak yang Digusur
6 BAB 6: Semangkuk Nasi Sisa dan Doa yang Terjawab
7 BAB 7: Dapur Sultan dan Bumbu Rahasia
8 BAB 8: Tinju, Darah, dan Harga Diri
9 BAB 9: Luka Lama dan Salep Ajaib
10 BAB 10: Aroma Surga dan Tamu dari Neraka
11 BAB 11: Koper Usang dan Kunci Penthouse
12 BAB 12: SPG Terbuang dan Laptop Spek Dewa
13 BAB 13: Harga Sebuah Kejujuran
14 BAB 14: Food Vlogger Menangis dan Bos Salah Kostum
15 BAB 15: Topeng Emas dan Raja yang Diam
16 BAB 16: Rasa Penyesalan dan Kartu Nama Konglomerat
17 BAB 17: Sisi Gelap Sistem dan Teh Beracun
18 BAB 18: Operasi Senyap dan Pasukan Bayangan
19 BAB 19: Ketakutan di Ruang Gelap dan Mesin Pencetak Uang
20 BAB 20: Lima Menit yang Mengguncang Server
21 BAB 21: Lorong Gelap dan Jenderal Cyber
22 BAB 22: Pesta Martabak dan Panggilan Sang Naga
23 BAB 23: Kolam Ikan Sang Naga dan Koper
24 BAB 24: Segel Merah dan Dosa Sang Pejabat
25 BAB 25: Api, Air Mata, dan Pasukan Hitam
26 BAB 26: Grafik Merah Darah dan Runtuhnya Menara Gading
27 BAB 27: Jebakan Putih dan Sulap Sang Dewa
28 BAB 28: Kudeta Senyap dan Runtuhnya Menara Gading
29 BAB 29: Tahta Baru dan Algoritma Tuhan
30 BAB 30: Kabut Biru dan Protokol Darurat
31 BAB 31: Di Antara Hidup dan Mati
32 BAB 32: Konvoi Hijau dan Mafia Bertopeng
33 BAB 33: Kunjungan ke Sel Nomor 13
34 BAB 34: Di Bawah Bayangan Arsitek
35 BAB 35: Cahaya di Ujung Lorong Gelap
36 BAB 36: Jaring Sang Penakluk
37 BAB 37: Badai di Pegunungan Alpen
38 BAB 38: Mata Dewa di Orbit Sideral
39 BAB 39: Garis Pemisah Kekuasaan
40 BAB 40: Target di Tengah Samudera
41 BAB 41: Serangan Dua Front
42 BAB 42: Jejak di Kedalaman Kelam
43 BAB 43: Tamu Tak Diundang
44 BAB 44: Jebakan
45 BAB 45: Sepuluh Menit Penentuan
46 BAB 46: Jejak Sang Macan
47 BAB 47: Persenjataan Para Hantu
48 BAB 48: Menembus Kegelapan Abadi
49 BAB 49: Kota di Dasar Neraka
50 BAB 50: Bayangan dari Masa Lalu
51 BAB 51: Api yang Membakar Takdir
52 BAB 52: Puing-Puing di Samudera
53 BAB 53: Bukan Sekadar Gedung
54 BAB 54: Akademi Masa Depan
55 BAB 55: Mata Dewa Versi Kedua
56 BAB 56: Menembus Neraka Hijau
57 BAB 57: Hutan yang Memakan Manusia
Episodes

Updated 57 Episodes

1
BAB 1: Saldo Terakhir dan Suara di Kepala
2
BAB 2: Lelaki yang Kehilangan Harga Diri
3
BAB 3: Wawancara Nasi Bungkus
4
BAB 4: Tamu Tak Diundang dan Satu Pukulan Mahal
5
BAB 5: Aroma Nostalgia dan Gerobak yang Digusur
6
BAB 6: Semangkuk Nasi Sisa dan Doa yang Terjawab
7
BAB 7: Dapur Sultan dan Bumbu Rahasia
8
BAB 8: Tinju, Darah, dan Harga Diri
9
BAB 9: Luka Lama dan Salep Ajaib
10
BAB 10: Aroma Surga dan Tamu dari Neraka
11
BAB 11: Koper Usang dan Kunci Penthouse
12
BAB 12: SPG Terbuang dan Laptop Spek Dewa
13
BAB 13: Harga Sebuah Kejujuran
14
BAB 14: Food Vlogger Menangis dan Bos Salah Kostum
15
BAB 15: Topeng Emas dan Raja yang Diam
16
BAB 16: Rasa Penyesalan dan Kartu Nama Konglomerat
17
BAB 17: Sisi Gelap Sistem dan Teh Beracun
18
BAB 18: Operasi Senyap dan Pasukan Bayangan
19
BAB 19: Ketakutan di Ruang Gelap dan Mesin Pencetak Uang
20
BAB 20: Lima Menit yang Mengguncang Server
21
BAB 21: Lorong Gelap dan Jenderal Cyber
22
BAB 22: Pesta Martabak dan Panggilan Sang Naga
23
BAB 23: Kolam Ikan Sang Naga dan Koper
24
BAB 24: Segel Merah dan Dosa Sang Pejabat
25
BAB 25: Api, Air Mata, dan Pasukan Hitam
26
BAB 26: Grafik Merah Darah dan Runtuhnya Menara Gading
27
BAB 27: Jebakan Putih dan Sulap Sang Dewa
28
BAB 28: Kudeta Senyap dan Runtuhnya Menara Gading
29
BAB 29: Tahta Baru dan Algoritma Tuhan
30
BAB 30: Kabut Biru dan Protokol Darurat
31
BAB 31: Di Antara Hidup dan Mati
32
BAB 32: Konvoi Hijau dan Mafia Bertopeng
33
BAB 33: Kunjungan ke Sel Nomor 13
34
BAB 34: Di Bawah Bayangan Arsitek
35
BAB 35: Cahaya di Ujung Lorong Gelap
36
BAB 36: Jaring Sang Penakluk
37
BAB 37: Badai di Pegunungan Alpen
38
BAB 38: Mata Dewa di Orbit Sideral
39
BAB 39: Garis Pemisah Kekuasaan
40
BAB 40: Target di Tengah Samudera
41
BAB 41: Serangan Dua Front
42
BAB 42: Jejak di Kedalaman Kelam
43
BAB 43: Tamu Tak Diundang
44
BAB 44: Jebakan
45
BAB 45: Sepuluh Menit Penentuan
46
BAB 46: Jejak Sang Macan
47
BAB 47: Persenjataan Para Hantu
48
BAB 48: Menembus Kegelapan Abadi
49
BAB 49: Kota di Dasar Neraka
50
BAB 50: Bayangan dari Masa Lalu
51
BAB 51: Api yang Membakar Takdir
52
BAB 52: Puing-Puing di Samudera
53
BAB 53: Bukan Sekadar Gedung
54
BAB 54: Akademi Masa Depan
55
BAB 55: Mata Dewa Versi Kedua
56
BAB 56: Menembus Neraka Hijau
57
BAB 57: Hutan yang Memakan Manusia

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!