Ruko di Jalan Merpati No. 88 itu kini tidak lagi kosong melompong.
Di lantai satu bagian belakang, Rudi telah menyulap ruangan kosong menjadi dapur semi-profesional. Ada dua kompor gas tekanan tinggi (high pressure), meja persiapan dari stainless steel yang mengkilap, kulkas dua pintu raksasa, dan satu set pisau dapur yang harganya mungkin setara modal dagang Bu Ningsih selama sebulan.
Bu Ningsih berdiri mematung di ambang pintu dapur. Tangannya menyentuh meja stainless itu dengan gemetar. Dingin. Bersih. Tidak ada debu jalanan. Tidak ada lalat. Dan yang paling penting: Ada AC yang berhembus sejuk.
"I-ini... dapur saya, Mas?" tanyanya tak percaya.
"Betul, Bu," jawab Rian sambil menyalakan lampu dapur yang terang benderang. "Mulai hari ini, Ibu nggak perlu kipas-kipas asap lagi di pinggir jalan. Ibu masak di sini. Fokus aja bikin makanan paling enak."
Bu Ningsih mengusap sudut matanya dengan ujung kerudung. "Ya Allah... kayak mimpi. Biasanya Ibu masak sambil rebutan tempat sama tikus got."
Rudi yang sedang mengangkut karung beras tertawa lebar. "Mimpi yang jadi nyata, Bu! Bos Rian emang nggak ada obat!"
Rian menepuk tangan sekali. "Oke, sesi terharunya dipending dulu. Kita harus kerja. Besok kita Soft Opening."
Rian berjalan ke arah meja, di sana sudah berjejer bahan-bahan masakan: Ayam, tempe, tahu, sayuran, dan aneka rempah.
"Bu Ningsih," panggil Rian serius. "Saya tahu masakan Ibu sudah enak. Tapi untuk bersaing di level atas, enak saja nggak cukup. Harus bikin orang ketagihan."
Rian mengambil secarik kertas. Itu adalah catatan yang ia tulis tadi pagi—hasil transfer pengetahuan dari Resep Bumbu Penyedap Alami (Level 1).
Di kertas itu tertulis rasio campuran yang aneh. Bukan MSG atau micin, tapi kombinasi bubuk jamur, gula aren, bawang putih tunggal yang disangrai, dan sedikit himalayan salt dengan takaran presisi miligram.
"Ibu tolong bikin bumbu dasar putih dan kuning pakai takaran di kertas ini. Jangan dikurangi, jangan dilebihi. Harus persis," perintah Rian.
Bu…
Karyawanku Bahagia, Aku Menguasai Dunia
BAB 7: Dapur Sultan dan Bumbu Rahasia
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 57 Episodes
Comments