Samudera Pasifik, Koordinat Palung Mariana.
Pukul 04.00 Waktu Setempat.
Di permukaan, badai kecil menyapu dek kapal induk mini 'The Whale'. Namun, tiga ratus meter di bawah permukaan laut, suasana sangat tenang dan sunyi. Empat kapsul peluncur taktis—serupa peluru raksasa—melesat turun dengan kecepatan tinggi, membelah air laut yang semakin gelap.
Di dalam kapsul utama, Pak Teguh memejamkan mata. Indikator kedalaman di kaca helmnya terus berputar: 1.000 meter... 2.500 meter... 4.000 meter.
"Tekanan di luar mencapai lima ratus atmosfer," suara Kenzo terdengar jernih melalui link kuantum Aegis. "Abyssal Skin kalian seharusnya mulai mengeras. Gimana rasanya?"
"Kayak dipeluk beton, Zo. Tapi masih bisa gerak," jawab Pak Teguh singkat.
"Bos Rian," panggil Eko dari kapsul kedua. "Sonar saya nangkep sesuatu. Bukan suara mesin, bukan suara paus. Ini frekuensi tinggi yang terus berulang."
Rian, yang memantau dari Jakarta, segera memerintahkan sistem.
(Sistem, identifikasi sumber frekuensi di koordinat Eko. Berikan visualisasi termal.)
[TING! IDENTIFIKASI: PENJAGA BIO-MEKANIK (PROJECT LEVIATHAN).]
[DESKRIPSI: HIU MEGALODON YANG TELAH DIMODIFIKASI DENGAN ARMOR BAJA DAN MERIAM SONIK.]
"Semuanya, siaga!" teriak Rian melalui radio. "Kalian nggak sendirian di bawah sana. Arsitek melepas 'peliharaannya'."
Tiba-tiba, dari kegelapan abadi di bawah mereka, sepasang mata merah raksasa menyala. Sebuah bayangan sepanjang lima belas meter melesat dengan kecepatan yang mustahil untuk ukuran mahluk laut.
Brak!
Kapsul yang membawa Dwi dihantam dengan keras hingga terpental.
"Dwi! Status?!" bentak Pak Teguh.
"Aman, Kapten! Untung kapsul ini pake teknologi penyerap benturan Bos Rian! Tapi benda itu... dia balik lagi!"
Kapsul-kapsul itu segera terbuka secara otomatis, melepaskan tim Nanggala ke dalam air. Dalam kondisi normal, tubuh manusia akan hancur seketika di kedalaman ini, namun 'Abyssal Skin' mereka bekerja sempurna, menciptakan medan tekanan internal yang stabil.
Eko segera mengambil po…
Karyawanku Bahagia, Aku Menguasai Dunia
BAB 48: Menembus Kegelapan Abadi
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 57 Episodes
Comments
Paulina al-fathir
wiiihh ceritamu memang the best lah 👏👏👏🤩🤩👍👍
2025-12-30
0
Purbalingga Jos
jangan kelamaan thor
2025-12-30
0