Apartemen Sudirman Park, Unit Rian.
Pukul 20.00 WIB.
Ruang tamu apartemen mewah yang biasanya dingin dan sepi itu kini riuh rendah. Bukan oleh suara musik klasik atau denting gelas wine, tapi oleh suara rebutan potongan terakhir martabak manis.
"Woy! Tangan lo minggir! Itu potongan yang ada wisman-nya punya gue!" teriak Rudi sambil menepis tangan kurus Kenzo.
"Siapa cepat dia dapat, Paman. Hukum rimba digital," balas Kenzo santai sambil mencaplok potongan martabak cokelat keju itu dan langsung memasukkannya ke mulut.
"Kurang ajar! Gue bukan Paman lo! Umur kita cuma beda 5 tahun!" protes Rudi.
Di sofa, Pak Teguh tertawa kekeh sambil menyeruput kopi hitamnya. Ia sudah melepas jas safarinya, hanya mengenakan kaos oblong putih polos, terlihat jauh lebih santai.
Maya duduk di karpet, masih dengan iPad di pangkuan, tapi wajahnya terlihat rileks. Dia geleng-geleng kepala melihat tingkah Rudi dan Kenzo.
"Kalian ini... Bos Rian nyewa apartemen mahal-mahal, malah kalian jadiin kayak pos ronda," omel Maya, tapi tangannya tetap mengambil sepotong martabak telur.
Rian berdiri di balkon, menatap pemandangan lampu kota Jakarta (city lights) sambil tersenyum. Kaca jendela memantulkan bayangan orang-orang di belakangnya.
Mereka bukan sekadar karyawan.
Mereka adalah orang-orang buangan yang dipungut Rian.
Rudi (korban PHK), Pak Teguh (korban fitnah & utang), Maya (korban kejujuran), dan Kenzo (korban sistem pendidikan).
Sekarang, mereka tertawa bersama di satu ruangan.
[TING!]
[Statistik Tim Meningkat!]
[Solidaritas: 85/100 (Keluarga)]
[Efek Pasif Aktif: "Unity in Diversity"]
[Penjelasan: Saat tim bekerja bersama, produktivitas meningkat 30% dan stress berkurang 50%.]
Rian berbalik masuk, menutup pintu balkon.
"Udah, jangan berantem," kata Rian sambil duduk di antara mereka. "Kenzo, kamar lo udah siap?"
Kenzo mengangguk, mulutnya penuh cokelat. "Udah, Bos. Kamar tamu lo udah gue sulap jadi Batcave. Kabel server udah gue reroute, pendingin tambahan udah pasang. Gue jamin CIA pun susah…
Karyawanku Bahagia, Aku Menguasai Dunia
BAB 22: Pesta Martabak dan Panggilan Sang Naga
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 57 Episodes
Comments