Menara Bahagia, Jakarta.
Pukul 21.15 WIB.
Brak!
Pintu lift eksekutif itu akhirnya terlepas dari engselnya, menghantam lantai marmer dengan suara dentuman keras. Lima sosok Pasukan Alpha melangkah keluar dengan tenang. Di depan mereka, koridor menuju ruang kendali tampak kosong, hanya diterangi oleh lampu darurat merah yang berputar.
"Sasaran ada di balik pintu baja di ujung lorong," suara wanita berambut perak itu terdengar datar. "Bersihkan rintangan."
Empat rekan di belakangnya melesat maju. Namun, tepat saat mereka menginjak ubin ke-sepuluh di koridor, Rian berteriak melalui speaker gedung.
"Sekarang, Kenzo!"
Kenzo menekan tombol interlock. Seketika, dinding kaca di sepanjang koridor tertutup oleh lapisan baja setebal 20 cm, mengurung lima Pasukan Alpha di dalam lorong sempit tersebut.
"Protokol Atmosfer Aktif!" perintah Rian.
Zinggg!
Suara desisan udara terdengar kencang. Rian menggunakan sistem HVAC (pemanas dan ventilasi) gedung yang sudah dimodifikasi Pak Gunawan untuk menyedot oksigen keluar dari lorong itu dalam hitungan detik.
"Vakum total dalam sepuluh detik," lapor Kenzo dengan tangan gemetar. "Seharusnya paru-paru mereka pecah, Bos!"
Namun, pemandangan di monitor membuat Maya menutup mulutnya karena ngeri. Lima sosok itu tidak jatuh pingsan. Mereka justru berdiri diam, pembuluh darah di leher mereka menonjol dan berdenyut perlahan. Mereka beralih ke mode respirasi anaerobik—sebuah fitur biologis yang diberikan Dr. Viktor.
Wanita berambut perak itu menatap langsung ke arah kamera CCTV. Ia mengepalkan tangannya, lalu menghantam dinding baja penyekat.
DUARRR!
Dinding baja itu penyok. Pukulan kedua membuat baja itu robek seperti kertas.
"Nggak mungkin..." gumam Kenzo. "Itu baja padat, Bos!"
---
Ruang Kendali.
Rian menyadari bahwa jebakan lingkungan tidak akan cukup untuk menahan monster-monster ini. Ia menoleh ke arah Maya dan Kenzo.
"Masuk ke dalam ruang brankas cadangan di belakang meja saya. Jangan keluar sampai saya yang panggil," perintah Rian. Suara…
Karyawanku Bahagia, Aku Menguasai Dunia
BAB 44: Jebakan
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 57 Episodes
Comments