Menara Bahagia, Ruang Medis Privat.
Pukul 23.30 WIB.
Rian duduk di samping ranjang medis tempat Pak Teguh sedang menerima perawatan ringan akibat benturan dengan Pasukan Alpha tadi. Saat perawat meninggalkan ruangan, Rian melihat barisan parut luka di punggung pria tua itu—luka bakar, bekas peluru, dan bekas sayatan yang sudah memudar namun tetap terlihat mengerikan.
"Luka di bahu kiri itu... bukan dari kejadian tadi, kan Pak?" tanya Rian pelan.
Pak Teguh terkekeh, suara seraknya terdengar seperti gesekan batu. "Ini? Ini kenang-kenangan dari Laut Natuna, sepuluh tahun lalu, Bos. Waktu saya masih dipanggil 'Macan Laut'."
Tatapannya menerawang, dan di ruangan yang hening itu, memori masa lalu mulai terbuka.
---
Flashback: 10 Tahun yang Lalu.
Perbatasan Laut Natuna Utara.
Badai sedang mengamuk. Di atas kapal fregat siluman yang bergerak tanpa lampu, Kapten Teguh berdiri tegak memimpin Unit Khusus 'Nanggala'. Di depannya, Eko, Dwi, dan Tri yang masih sangat muda berdiri kaku dengan perlengkapan selam tempur lengkap.
"Target kita adalah kapal pengeboran ilegal milik sindikat internasional yang dilindungi tentara bayaran elit," suara Teguh menggelegar di tengah suara ombak. "Perintahnya jelas: Hancurkan fasilitas riset mereka dan bawa pulang data intelijen. Tidak ada bantuan udara. Kita sendirian."
Mereka terjun ke laut yang hitam pekat, menyelam sejauh dua kilometer menggunakan pendorong bawah air.
Saat mereka muncul di kaki rig raksasa itu, kehebatan mereka mulai terlihat. Eko, sang penembak jitu, memanjat tiang pancang rig secepat monyet hutan. Dalam waktu tiga menit, ia sudah berada di posisi tertinggi, melumpuhkan tiga penjaga di menara pengawas dengan senapan teredam tanpa menimbulkan suara sedikit pun.
"Sektor utara bersih," lapor Eko lewat radio.
Dwi, sang ahli peledak, bergerak di bawah dek. Dengan ketenangan seorang ahli bedah, ia memasang peledak cair di titik-titik krusial yang bisa menenggelamkan rig itu dalam hitungan detik. Sementara Tri, yang saat itu ada…
Karyawanku Bahagia, Aku Menguasai Dunia
BAB 46: Jejak Sang Macan
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 57 Episodes
Comments