Menara Bahagia, Jakarta.
Pukul 02.30 WIB.
Di ruang kerjanya yang luas, Rian duduk menghadap jendela besar yang menampilkan kerlap-kerlip lampu Jakarta. Di atas meja mahoninya, sebuah tablet menampilkan ringkasan valuasi Bahagia Group pasca akuisisi besar-besaran dua bulan lalu.
Rian melihat angka-angka itu dengan tenang. Total asetnya saat ini mencapai Rp 21 Triliun. Sebuah angka yang menempatkannya dalam jajaran sepuluh orang terkaya di negeri ini. Namun bagi Rian, angka itu hanyalah angka di atas kertas selama dunia masih dibayangi oleh ancaman Genesis.
"Bos, Unit Walet sudah di posisi," suara Kenzo memecah keheningan melalui interkom.
Rian beranjak menuju ruang kendali di sebelah ruang kerjanya. Di layar raksasa, terlihat visual dari drone stealth yang melayang di atas sebuah vila mewah di Pegunungan Alpen, Swiss. Vila itu adalah pusat saraf finansial Genesis yang dikelola oleh Hans Vulture, sang bendahara organisasi.
Rian memejamkan mata sejenak. (Sistem, aktifkan fitur God's Eye melalui sensor drone. Berikan visual tembus pandang dan identifikasi target.)
[TING! FITUR 'GOD'S EYE' DIAKTIFKAN.]
[BIAYA: 2.000 POIN DOMINASI.]
Seketika, visual di layar Kenzo berubah menjadi sangat jernih dan mampu menembus dinding vila.
"Wah, gila! Sensor buatan Pak Gunawan makin ngeri aja resolusinya, Bos!" seru Kenzo kagum. Ia menyangka ketajaman visual itu adalah hasil riset tim mekanik mereka. "Liat itu... ada delapan penjaga di lobi. Dan di ruang bawah tanah, ada satu orang di depan deretan server. Itu Hans Vulture."
"Eksekusi sekarang, Zo. Jangan beri dia waktu buat hapus data," perintah Rian dingin.
Di layar, drone Unit Walet mengeluarkan kabut biru tipis melalui ventilasi udara vila. Gas syaraf non-lethal itu bekerja seketika. Para penjaga di dalam vila tumbang satu per satu tanpa sempat menarik pelatuk senjata mereka. Hans Vulture yang sedang sibuk memindahkan dana di ruang bawah tanah pun jatuh tersungkur di depan komputernya.
"Data sedang disalin, Bos," kata Kenzo sambil…
Karyawanku Bahagia, Aku Menguasai Dunia
BAB 37: Badai di Pegunungan Alpen
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 57 Episodes
Comments