Jalan Merpati biasanya hanya dilewati truk sampah atau pengendara yang mencari jalan tikus untuk menghindari macet. Tapi hari ini, ada fenomena aneh.
Sejak pukul sepuluh pagi, antrean manusia sudah mengular panjang hingga keluar trotoar. Ojek online dengan jaket hijau, karyawan kantoran berdasi yang rela jalan kaki jauh, hingga ibu-ibu berdaster, semuanya berdiri sabar di bawah terik matahari.
Penyebabnya cuma satu: Aroma.
Dari dalam ruko No. 88 yang kini bercat putih bersih, tercium wangi gulai yang tidak masuk akal. Aromanya bukan sekadar "enak". Baunya seperti kenangan masa kecil yang hangat, seperti pelukan ibu, seperti hari Minggu yang santai. Bau itu seolah memanggil-manggil selera makan siapa saja dalam radius 500 meter.
Di atas pintu ruko, terpampang papan nama kayu sederhana namun elegan:
WARUNG NASI BAHAGIA
Menu Spesial: Nasi Rames Sultan - Rp 10.000
Di dalam, Rudi bergerak secepat kilat. Keringat membasahi keningnya, tapi wajahnya sumringah. Ia mengatur antrean, mencatat pesanan, dan memastikan semua orang kebagian tempat duduk.
"Sabar ya, Bapak Ibu! Stok masih banyak! Jangan dorong-dorongan!" teriak Rudi penuh wibawa. Dulu ia minder dipecat pabrik, sekarang ia merasa seperti manajer restoran bintang lima.
Di dapur terbuka (Open Kitchen) yang dibatasi kaca bening, Bu Ningsih beraksi layaknya dirijen orkestra. Tangannya cekatan menuangkan kuah gulai kental ke atas nasi panas, menambahkan orek tempe yang berkilau kecap, dan sepotong ayam goreng lengkuas yang garing.
Setiap kali pelanggan menerima piring itu dan menyuapkan sendok pertama, reaksinya selalu sama.
Hening sejenak. Mata melebar. Lalu senyum lebar merekah secara otomatis.
Seorang bapak tua sopir angkot yang duduk di pojok bahkan menangis sambil makan.
"Ya Allah... rasanya kayak masakan almarhumah istri saya..."
Di balik meja kasir, Rian duduk santai sambil meminum es teh manis. Namun, di matanya, ia sedang melihat hujan meteor.
[Ting! +10 Poin]
[Ting! +15 Poin]
[Ting! +50 Poin (Pelanggan Sangat Te…
Karyawanku Bahagia, Aku Menguasai Dunia
BAB 10: Aroma Surga dan Tamu dari Neraka
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 57 Episodes
Comments