Mall Grand Indonesia, Jakarta Pusat.
Rian berjalan santai melewati deretan toko barang branded. Penampilannya masih sama: Kaos oblong, celana jeans pudar, dan sandal. Bedanya, sekarang di saku celananya ada kartu debit Black Card (Prioritas) yang baru saja ia urus di bank pagi tadi.
Tujuannya satu: Toko Elektronik Premium.
Ia butuh "Senjata Perang". Laptop spek tinggi untuk mengakses database sistem dengan nyaman, dan HP baru yang baterainya tidak drop setiap 2 jam.
Rian masuk ke sebuah gerai gadget terbesar di mall itu. Suasana ramai. Banyak SPG (Sales Promotion Girl) berseragam ketat yang berdiri di depan etalase, menebar senyum manis pada pengunjung yang terlihat kaya.
Saat Rian masuk, beberapa SPG meliriknya.
"Liat tuh, sandalnya jepit," bisik satu SPG ke temannya.
"Halah, paling cuma numpang ngadem atau nanya-nanya doang. Nggak usah diladenin. Mending urus Bapak yang pake batik itu."
Rian diabaikan. Ia berjalan sendirian melihat-lihat deretan laptop gaming dan workstation seharga motor.
"Permisi, Mas. Ada yang bisa dibantu?"
Sebuah suara lembut namun tegas menyapanya.
Rian menoleh. Di depannya berdiri seorang wanita muda berkacamata dengan rambut diikat kuda. Seragamnya sama dengan SPG lain, tapi ia memakai blazer tambahan yang membuatnya terlihat lebih sopan dan tertutup. Wajahnya cantik, tapi ada guratan lelah yang mendalam di bawah matanya.
Nametag-nya tertulis: Maya.
"Saya lagi cari laptop," jawab Rian singkat. "Buat kerja berat. Multitasking, render 3D, sama enkripsi data."
"Kalau untuk kebutuhan itu, saya sarankan seri Workstation X-Pro yang di ujung sana, Mas," jawab Maya lancar tanpa melihat penampilan Rian. "Prosesornya sudah i9 generasi terbaru, RAM 64GB, dan layarnya akurasi warna 100%. Kebetulan ada diskon pameran."
Rian tertarik. Bukan pada laptopnya, tapi pada cara wanita ini menjelaskan. Tidak genit, tidak merayu, tapi sangat teknis dan to the point.
Rian mengaktifkan Mata Dewa.
[Target: Maya Andriani (26 th)]
[Keahlian: Manajemen Bisnis (A), Adm…
Karyawanku Bahagia, Aku Menguasai Dunia
BAB 12: SPG Terbuang dan Laptop Spek Dewa
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 57 Episodes
Comments