Parkiran Instalasi Gawat Darurat RS Pusat Pertamina.
Pukul 14.15 WIB.
Suasana di depan rumah sakit itu menyerupai medan perang. Tenda-tenda darurat berwarna oranye didirikan di area parkir aspal yang panas. Ratusan pasien berjejalan, sebagian terbaring di velbed, sebagian hanya duduk di kursi roda, bahkan ada yang tergeletak beralaskan kardus.
Suara tangisan keluarga pasien bersahutan dengan bunyi sirine ambulans yang tak henti-hentinya datang.
Mobil Alphard Rian berhenti mendadak di depan gerbang yang dijaga ketat oleh satpam dan tentara.
Maaf Pak, penuh! Penuh! Cari rumah sakit lain! teriak seorang satpam dengan wajah lelah, menghadang mobil Rian.
Pak Teguh membuka kaca jendela. Wajahnya garang. Minggir! Kami bawa logistik medis darurat!
Satpam itu ragu sejenak melihat mobil mewah tersebut, tapi kemudian menggeleng. Tidak bisa Pak, oksigen habis. Dokter sudah tumbang tiga orang. Kami tidak menerima pasien baru.
Rian tidak sabar. Ia membuka pintu mobil dan melompat keluar. Ia berlari menerobos barikade, mengabaikan teriakan satpam. Matanya menyapu lautan manusia yang menderita itu, mencari sosok yang ia kenal.
Di pojok area parkir, di dekat sebuah ambulans tua yang mesinnya mati, Rian melihatnya.
Bu Ningsih terbaring di atas tandu lipat. Wajahnya yang biasanya cerah dan penuh senyum keibuan, kini pucat pasi. Bibirnya membiru gelap. Napasnya tersengal-sengal, pendek dan cepat, seperti ikan yang ditarik dari air. Di sampingnya, Rudi duduk bersimpuh sambil menangis, memegang tabung oksigen kecil yang sudah kosong.
Rudi! teriak Rian.
Rudi menoleh. Wajahnya basah oleh air mata. Bos... Ibu, Bos... Oksigennya habis... Dokter nggak ada yang mau periksa...
Rian jatuh berlutut di samping tandu. Ia memegang tangan Bu Ningsih. Dingin. Dingin sekali.
Bu... Rian di sini, Bu, bisik Rian, suaranya bergetar.
Bu Ningsih membuka matanya sedikit. Tatapannya kabur, tapi ia mengenali Rian. Bibirnya bergerak tanpa suara, membentuk kata: Ma...kan...
Bahkan di ambang kematian, wanita ini m…
Karyawanku Bahagia, Aku Menguasai Dunia
BAB 31: Di Antara Hidup dan Mati
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 57 Episodes
Comments