Rutan Salemba, Blok Tahanan Korupsi (High Security).
Pukul 10.00 WIB (Sisa Waktu Countdown: 10 Jam).
Rian melangkah menyusuri lorong penjara yang lembap dan berbau karbol. Di kiri-kanannya, jeruji besi mengurung para mantan pejabat dan pengusaha korup yang dulu berkuasa. Beberapa dari mereka menatap Rian dengan pandangan benci—mereka adalah orang-orang yang jatuh miskin karena pergerakan saham Rian kemarin.
Namun tujuan Rian bukan mereka. Tujuannya adalah sel paling ujung. Sel isolasi.
Pak Teguh dan dua sipir penjara mengawal Rian.
Ini dia, Pak Rian. Cuma dikasih waktu 15 menit ya, kata sipir sambil membuka pintu besi tebal yang berat.
Di dalam sel sempit itu, Bramantyo duduk di atas dipan beton. Sang Naga Tua yang dulu memakai jas Italia seharga ratusan juta, kini hanya mengenakan kaos oblong lusuh dan celana pendek. Rambutnya memutih sepenuhnya dalam semalam. Wajahnya keriput, kehilangan aura dominasinya.
Bramantyo mendongak. Melihat Rian, dia tidak marah. Dia justru tersenyum hambar.
Datang untuk mengejek orang kalah, Nak? suara Bramantyo serak.
Rian berdiri di depan sel, tidak masuk ke dalam. Pak Teguh berjaga di pintu.
Saya nggak punya waktu buat drama, Pak Bram. Saya datang bukan soal bisnis. Saya datang soal nyawa, kata Rian dingin.
Rian mengeluarkan tabletnya, menampilkan pesan dari THE ARCHITECT yang diterima semalam.
Bapak kenal nama ini? The Architect? Atau lambang ini?
Rian menunjukkan logo kecil di sudut pesan itu: Sebuah Helix DNA ganda yang dililit ular.
Mata Bramantyo yang tadinya layu, mendadak membelalak. Ketakutan murni terpancar di sana. Tangannya gemetar memegang tepi dipan.
Dari mana... dari mana kamu dapat lambang itu? bisik Bramantyo.
Dia meretas sistem saya. Dia bilang virus Flu Biru ini eksperimen dia. Dan bapak... bapak adalah penyandang dananya, kan?
Bramantyo tertawa. Tawa yang kering dan putus asa.
Dana? Ya... aku mendanainya. Tapi aku tidak tahu dia gila. Aku pikir... aku pikir dia membuat serum anti-penuaan.
Ceritakan. Sekarang, desak…
Karyawanku Bahagia, Aku Menguasai Dunia
BAB 33: Kunjungan ke Sel Nomor 13
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 57 Episodes
Comments