Samudera Pasifik, 400 Mil dari Hawaii.
Pukul 02.00 Waktu Setempat.
Hujan badai menghantam permukaan laut dengan beringas. Di tengah kegelapan total, tiga perahu karet taktis bermesin senyap meluncur membelah ombak setinggi empat meter. Pak Teguh duduk di perahu paling depan, mengenakan helm taktis dengan goggle night-vision yang menyala hijau redup.
Di belakangnya, dua belas personel Phantom Squad bergerak seperti bayangan. Mereka adalah tentara bayaran paling mahal yang pernah disewa Rian, dan malam ini, mereka harus membuktikan mengapa mereka layak dibayar lima puluh miliar rupiah.
"Target terlihat. Jarak lima ratus meter," suara komandan Phantom Squad terdengar melalui earpiece Pak Teguh.
Kapal induk tua itu tampak seperti monster logam yang bangkit dari kubur. Tidak ada lampu navigasi, hanya pancaran energi aneh dari antena-antena raksasa di atas deknya yang sesekali mengeluarkan percikan listrik statis ke langit yang mendung.
"Bos Rian benar," gumam Pak Teguh. "Ini bukan sekadar kapal. Ini adalah menara pemancar kiamat."
---
Menara Bahagia, Jakarta.
Pukul 09.00 WIB.
Saat pertempuran di Pasifik baru saja akan dimulai, Rian dihadapkan pada badai yang berbeda di kantornya. Pintu lobi Menara Bahagia baru saja didatangi oleh sepuluh mobil hitam bertuliskan "Satgas Pengawas Keuangan" dan aparat bersenjata lengkap.
Maya masuk ke ruangan Rian dengan wajah sepucat kertas. "Pak Rian, mereka datang. Badan Intelijen Keuangan dan Kepolisian. Mereka membawa surat perintah penyegelan seluruh aset Bahagia Group atas tuduhan 'Pendanaan Terorisme Internasional' dan 'Pelanggaran Kedaulatan Energi'."
Rian tidak terkejut. Ia menyesap kopi hitamnya dengan tenang sambil menatap ke luar jendela. Kartel energi dunia telah menggerakkan boneka politik mereka lebih cepat dari dugaannya.
"Biarkan mereka masuk, May. Tapi jangan ke ruang kendali Kenzo. Tahan mereka di ruang konferensi lantai empat puluh," perintah Rian.
"Tapi Pak, mereka membawa surat penyitaan server!"
Rian berdiri, merapik…
Karyawanku Bahagia, Aku Menguasai Dunia
BAB 41: Serangan Dua Front
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 57 Episodes
Comments