Markas Besar Rasa Nusantara (Sekarang: Bahagia Group).
Ruang Kendali Logistik (AI Command Center).
Pukul 20.00 WIB.
Layar raksasa di ruangan itu kini menampilkan peta digital Indonesia yang dipenuhi garis-garis hijau bergerak. Itu adalah visualisasi real-time dari ribuan truk logistik perusahaan yang sedang menyebar ke seluruh penjuru Pulau Jawa.
Mereka tidak lagi membawa mie instan atau sosis. Tangki-tangki stainless steel itu kini berisi jutaan liter VITALITA cair, siap didistribusikan gratis ke rumah sakit, puskesmas, dan posko darurat.
Kenzo duduk di kursi komandan, matanya tak berkedip menatap monitor. Jari-jarinya menari di atas keyboard, memberi perintah pada AI Omni-Logistics untuk mencari rute tercepat menghindari penyekatan jalan.
"Laporan Konvoi 1 (Jabodetabek): Aman. Distribusi ke RS Fatmawati dan RS Persahabatan selesai," lapor Kenzo.
"Laporan Konvoi 2 (Jawa Barat): Sedang melintasi Puncak. Cuaca buruk, tapi estimasi sampai Cianjur 2 jam lagi."
Rian berdiri di belakang Kenzo, masih mengenakan kemeja yang kusut dan bernoda darah (dari insiden di RS Pertamina tadi siang). Ia belum sempat pulang. Adrenalin masih memompa jantungnya.
"Gimana stok bahan baku, May?" tanya Rian.
Maya, yang duduk di meja samping dengan tumpukan telepon seluler, menjawab tanpa mengalihkan pandangan.
"Pemasok jahe merah dan madu dari petani lokal sudah kita borong semua dengan harga dua kali lipat pasar biar mereka semangat panen. Tapi..." Maya ragu sejenak.
"Tapi apa?"
"Ada laporan gangguan, Pak. Beberapa truk kita di daerah perbatasan Jakarta-Bekasi dihadang."
Rian mengernyit. "Dihadang siapa? Warga yang butuh?"
"Bukan. Preman. Mereka bersenjata tajam. Mereka membajak truk, memindahkan isi Vitalita ke jerigen mereka sendiri."
Kenzo memotong, "Bos, gue dapet visual dari *dashcam* truk yang dibajak. Cek layar 3."
Di layar, terlihat rekaman truk tangki yang dikepung sekelompok orang bertopeng. Mereka tidak terlihat seperti warga kelaparan. Mereka terorganisir. Sebuah mobil mewah me…
Karyawanku Bahagia, Aku Menguasai Dunia
BAB 32: Konvoi Hijau dan Mafia Bertopeng
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 57 Episodes
Comments