Rian memasukkan baju terakhirnya ke dalam koper kain yang retsletingnya sudah macet.
Tidak banyak barang yang ia miliki. Hanya beberapa potong kaos, satu kemeja lusuh (yang dulu ia pakai melamar kerja), ijazah, dan foto usang kedua orang tuanya. Sisanya—kasur busa yang kempes, lemari plastik yang pintunya copot, dan ember bolong—ia tinggalkan begitu saja.
Ia menatap sekeliling kamar kos ukuran 3x3 meter itu. Dindingnya penuh jamur, atapnya ada bekas bocor kecokelatan yang membentuk peta abstrak. Tempat ini adalah saksi bisu tiga tahun penderitaannya di Jakarta. Saksi saat ia menangis kelaparan, saat ia sakit sendirian tanpa obat, dan saat ia berdoa minta keajaiban.
"Terima kasih sudah menampung gue," gumam Rian pelan, menepuk dinding lembap itu. "Tapi gue nggak bakal kangen sama lu."
TOK! TOK! TOK!
Pintu diketuk dengan tidak sabaran. Rian sudah hafal ketukan ini. Itu suara Ibu Kost, Bu Dedeh. Wanita paruh baya yang punya hobi menagih uang kebersihan di tanggal tua sambil nyinyir.
Rian membuka pintu.
Benar saja. Bu Dedeh berdiri di sana dengan daster batik dan roll rambut, tangannya berkacak pinggang. Tatapannya langsung menyapu koper di samping kaki Rian.
"Lho? Mau kemana kamu, Yan? Mau kabur ya?" tuduh Bu Dedeh nyaring, membuat tetangga kamar sebelah mengintip. "Uang air bulan ini belum lunas lho! Jangan mentang-mentang kamu sering nunggak terus main srendet pergi aja!"
Rian menghela napas. Padahal tagihan air cuma 20 ribu per bulan.
"Saya mau pindah, Bu. Bukan kabur," jawab Rian tenang.
Bu Dedeh mendengus meremehkan. "Pindah kemana? Kolong jembatan? Atau numpang di masjid? Halah, gaya banget pake koper segala. Paling isinya baju rombeng."
Rian tersenyum tipis. Dulu, kata-kata seperti ini akan membuatnya sakit hati seharian. Sekarang? Rasanya seperti mendengar gonggongan anjing chihuahua. Tidak berarti apa-apa.
"Saya pindah ke apartemen di Jakarta Pusat, Bu. Lebih dekat sama tempat kerja baru," jawab Rian sopan.
"Hah! Apartemen? Mimpi di siang bolong!" Bu Dedeh ter…
Karyawanku Bahagia, Aku Menguasai Dunia
BAB 11: Koper Usang dan Kunci Penthouse
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 57 Episodes
Comments