**Menara Bahagia, Jakarta (Ruang Kendali).**
**Pukul 04.35 WIB.**
Koneksi *Avatar Projection* terputus. Rian kembali tersentak di kursi kebesarannya, napasnya memburu seolah baru saja bangkit dari tenggelam. Keringat dingin mengucur deras di pelipisnya.
"Bos? Ada apa? Jantung Bos berdetak seratus delapan puluh per menit!" Kenzo bertanya panik sambil melihat monitor vital.
Rian tidak menjawab. Pandangannya kosong, menatap lantai marmer. Nama itu... Wajah itu... Luka itu...
Ingatannya yang selama ini terkunci rapat oleh trauma, perlahan terbuka kembali. Bukan tentang sistem, bukan tentang uang, tapi tentang api.
---
**FLASHBACK**
**Panti Asuhan "Pelita Kasih", Pinggiran Jakarta.**
Sore itu langit Jakarta berwarna jingga kemerahan. Di halaman panti asuhan yang sempit dan berdebu, Rian kecil (usia 8 tahun) sedang menangis karena lututnya berdarah akibat didorong anak-anak nakal dari kampung sebelah.
Seorang remaja laki-laki (usia 18 tahun) datang menghampirinya. Wajahnya tampan, bersih, dan matanya memancarkan kecerdasan yang tidak dimiliki anak seusianya. Itu Raka.
"Hapus air matamu, Yan," kata Raka tegas namun lembut. Ia berlutut, membersihkan luka Rian dengan sapu tangan. "Laki-laki nggak boleh cengeng cuma karena luka kecil."
"Mereka jahat, Kak Raka... Mereka bilang kita anak buangan," isak Rian.
Raka tersenyum tipis, mengacak rambut Rian. "Biarkan mereka bicara. Suatu hari nanti, otak kita yang akan bikin mereka berlutut. Ingat, Yan. Kita nggak punya orang tua, tapi kita punya satu sama lain."
Dari jendela kantor panti, Ibu Asih, sang pemilik panti, menatap mereka dengan mata berkaca-kaca. Ia memegang sebuah dokumen adopsi tua yang tidak pernah ia tunjukkan pada siapa pun. Dokumen yang menyatakan bahwa Raka dan Rian sebenarnya adalah saudara kandung satu ayah satu ibu yang ditinggalkan di depan pintu panti pada tahun yang berbeda. Hanya Raka dan Ibu Asih yang tahu rahasia ini.
"Raka terlalu melindungi adiknya," gumam Ibu Asih.
Malam harinya, suasana berubah menceka…
Karyawanku Bahagia, Aku Menguasai Dunia
BAB 51: Api yang Membakar Takdir
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 57 Episodes
Comments
Purbalingga Jos
lamaa amat thorrrr
2026-01-01
0