**Pusat Kota Genesis, Gedung Helix.**
**Pukul 04.30 Waktu Setempat.**
Suasana di dalam Gedung Helix bukan lagi sebuah pertempuran, melainkan eksekusi.Pasukan Alpha bergerak dengan efisiensi pembunuh murni. Mereka memanfaatkan zirah pembias cahaya untuk menyerang dari titik buta.
"Formasi defensif!" teriak Pak Teguh, menembakkan *Sonic Harpoon* ke arah bayangan yang bergerak cepat. "Armor mereka beradaptasi! Eko, cari celah di sambungan leher!"
"Negatif, Kapten! Kecepatan mereka di atas batas manusia normal!" balas Eko, napasnya memburu di balik helm.
Di atas balkon komando yang terbuat dari kaca, Jenderal Wiranto berdiri tegak. Ia memandang mantan anak buahnya dengan tatapan dingin, layaknya melihat serangga yang sedang berjuang di jaring laba-laba.
"Sia-sia, Teguh," suara Wiranto menggema melalui pengeras suara. "Kalian melawan puncak evolusi manusia dengan mainan rongsokan. Sepuluh tahun lalu kau gagal di Natuna, dan hari ini kau akan gagal di sini."
Pak Teguh mengertakkan gigi, namun ia tahu posisinya terjepit. "Setidaknya saya tidak menjual jiwa saya untuk jadi monster, Jenderal!"
Tepat saat barisan pertahanan Tim Nanggala nyaris jebol, sebuah distorsi ruang muncul di tengah ruangan.
**ZINGGG!**
Partikel cahaya biru memadat secara instan. Tekanan udara di ruangan itu mendadak memberat. Sosok Rian—dalam wujud *Avatar Projection*—berdiri tegak di tengah medan tempur.
**[SKILL AKTIF: THE NEW WORLD ORDER]**
**[EFEK: DOMINASI ABSOLUT (Area 50 Meter)]**
Rian tidak perlu bergerak. Ia hanya melepaskan niat membunuhnya yang diperkuat oleh Sistem. Para prajurit Alpha, yang sarafnya telah dimodifikasi untuk tidak takut mati, tiba-tiba berhenti. Insting hewan di dalam otak reptil mereka menjerit bahaya.
"Mundur," perintah Rian datar.
Satu kata itu seperti palu godam tak kasat mata. Lima prajurit Alpha terdekat terpental mundur, tubuh mereka gemetar hebat.
Wiranto mencengkeram pagar balkon, matanya terbelalak. "Rian... Teknologi hologram macam apa yang kau gunakan? Bagaimana…
Karyawanku Bahagia, Aku Menguasai Dunia
BAB 50: Bayangan dari Masa Lalu
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 57 Episodes
Comments