Ruang VIP Rumah Sakit itu hening, hanya terdengar bunyi beep berirama dari monitor jantung. Bau antiseptik dan dinginnya AC menyelimuti ruangan.
Rian duduk di kursi penunggu, memandangi Pak Teguh yang terbaring pingsan dengan selang infus di tangan. Wajah tua itu bengkak, bibirnya pecah, dan tulang rusuknya mungkin retak.
Dokter bilang butuh minimal 3 bulan untuk pulih total. Tapi Rian tidak punya waktu sebanyak itu.
Pelan-pelan, Rian mengeluarkan tabung kecil seukuran lipstik dari sakunya. Tabung itu berwarna perak futuristik tanpa merek.
[Salep Regenerasi Sel (Level 1)]
Rian membuka tutupnya. Gel bening berwarna biru muda terlihat di dalamnya, memancarkan aroma mint yang menyegarkan.
"Maaf ya, Pak. Mungkin agak dingin," bisik Rian.
Ia mengoleskan gel itu ke lebam di wajah dan lengan Pak Teguh. Ajaib. Begitu menyentuh kulit, gel itu meresap hilang seperti air di gurun pasir. Warna ungu lebam perlahan memudar menjadi kemerahan, lalu samar-samar kembali ke warna kulit asli hanya dalam hitungan detik.
Saat Rian sedang fokus mengobati, Pak Teguh mulai bergerak gelisah dalam tidurnya. Alam bawah sadarnya menyeretnya kembali ke memori satu tahun yang lalu.
(Flashback - POV Pak Teguh)
Parkiran Bank Swasta, Jakarta Pusat. Setahun lalu.
Matahari siang itu serasa berada tepat di atas ubun-ubun. Aspal parkiran menguap panas. Aku berdiri tegak dengan seragam satpam, meski punggungku rasanya mau patah karena encok kambuh.
Di pojokan pos, ada seorang anak muda kurus—Rian—sedang memakan nasi bungkus lauk orek tempe. Dia tukang parkir liar di sini. Sebenarnya kehadirannya dilarang manajemen, tapi aku membiarkannya. Kenapa? Karena dia rajin. Dia tidak cuma minta duit, dia bantu nasabah menyeberang, dia rapikan motor sesuai merek, dia bahkan memayungi ibu-ibu saat hujan.
Tiba-tiba, suara klakson mobil mewah memecah siang.
TIIINNN!
Sebuah sedan hitam mengkilap berhenti. Pemiliknya, seorang pria muda necis dengan jas mahal, turun sambil marah-marah.
"Heh! Tukang parkir gembel! Sini lo…
Karyawanku Bahagia, Aku Menguasai Dunia
BAB 9: Luka Lama dan Salep Ajaib
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 57 Episodes
Comments