**Bursa Efek Indonesia (IDX) - Ruang Server Digital.**
**H+1 Pasca Insiden "Gula Donat".**
**Pukul 09.00 WIB.**
Layar perdagangan saham pagi itu berdarah-darah. Khususnya untuk satu kode emiten: **RASA (PT. Rasa Nusantara Tbk)**.
Skandal polisi korup yang menanam "narkoba palsu" (yang ternyata gula) menjadi viral global. Kepercayaan investor terhadap Rasa Nusantara Group—yang diduga kuat sebagai dalang di balik serangan itu—hancur lebur.
Di layar komputer Maya di "Command Center" Apartemen Rian, angka itu terlihat mengerikan bagi Bramantyo, tapi indah bagi Rian.
**RASA: Rp 500 (-85% dalam 3 hari)**
**Status: Margin Call Massal.**
"Bos," lapor Kenzo sambil mengetik cepat. "Sesuai prediksi. Saham-saham pribadi Bramantyo yang dia gadaikan ke bank (Repo) kena *forced sell* karena harganya jatuh terlalu dalam. Bank membuang saham itu ke pasar sekarang juga."
Rian menyesap kopinya dengan tenang.
"Ini waktunya. Maya, hubungi Pak Hartono. Bilang ke beliau: 'Diskon besar-besaran sudah dibuka'. Kita serok semuanya di harga dasar."
"Siap, Pak!"
Dalam hitungan detik, miliaran rupiah dana likuid Rian (dan triliunan dana Pak Hartono) membanjiri pasar, menampung jutaan lot saham yang dibuang panik oleh investor dan bank.
Operasi senyap dimulai. Perpindahan kepemilikan raksasa pangan sedang terjadi tanpa disadari oleh Sang Naga yang sedang terluka.
***
**Kantor Pusat Rasa Nusantara Group.**
**Lantai 50 - Ballroom Eksekutif.**
**Pukul 14.00 WIB.**
Suasana Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS-LB) itu mencekam. Ratusan pemegang saham minoritas hadir dengan wajah marah. Mereka menuntut penjelasan kenapa aset mereka menyusut 85% dalam seminggu.
Bramantyo duduk di kursi Komisaris Utama di atas panggung. Wajahnya tampak lelah, kantung matanya hitam, tapi arogansinya masih tersisa. Di sampingnya, Indra (Direktur Legal) tampak gemetar.
"Tenang!" bentak Bramantyo lewat mikrofon. "Ini hanya badai sementara! Media memfitnah kita! Saya jamin dalam sebulan harga saham akan kembali naik!"
"…
Karyawanku Bahagia, Aku Menguasai Dunia
BAB 28: Kudeta Senyap dan Runtuhnya Menara Gading
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 57 Episodes
Comments