(POV Budi - Flashback Saat Penculikan)
Gelap.
Bau apek dan oli bekas.
Hanya itu yang bisa kurasakan. Mataku ditutup kain hitam yang kasar. Tanganku diikat ke belakang kursi besi yang dingin.
Aku baru pulang sekolah. Masih pakai seragam putih abu-abu. Tiba-tiba di depan gerbang sekolah, sebuah mobil van hitam berhenti. Pintu terbuka, seseorang menarikku masuk. Aku bahkan tidak sempat berteriak.
"Woy, Bocah! Diem atau gue potong kuping lo!" suara serak seorang pria mengancam di telingaku.
Aku gemetar hebat. Bapak... Bapak di mana?
Sekarang aku duduk di sini, di tempat antah berantah. Aku bisa mendengar suara langkah kaki berat mondar-mandir di sekitarku. Ada empat orang, dari suara napas dan obrolan mereka.
"Bos Haryo bilang apa?" tanya satu suara.
"Tahan aja dulu. Kalau bapaknya si bocah ini masih bandel ngerjain proyek itu, baru kita kirimin jari kelingking anaknya," jawab suara lain yang lebih berat.
Jantungku rasanya mau berhenti. Jari kelingking?
Aku menangis tanpa suara. Air mataku merembes membasahi kain penutup mata. Bapakku cuma pemilik bengkel bubut besi. Kenapa orang-orang ini jahat sekali?
Jam demi jam berlalu. Rasa haus mencekik tenggorokan. Ketakutan menggerogoti kewarasanku. Aku mulai berhalusinasi, membayangkan aku tidak akan pernah pulang.
Brak!
Tiba-tiba terdengar suara di luar pintu gudang.
"Woy! Siapa lo?!" teriak penjaga di depan.
Bugh! Suara hantaman. Lalu sunyi.
Aku menahan napas. Apa itu polisi?
PRANG!
Kaca jendela di sebelah kiriku pecah. Sesuatu—atau seseorang—melompat masuk dengan cepat.
"Maling! Ada penyusup!" teriak penculik di depanku.
Suasana menjadi kacau. Aku mendengar suara baku hantam. Dug! Bukk! Krek!
Anehnya, tidak ada suara tembakan. Hanya suara tulang patah dan erangan kesakitan para penculik itu. Mereka tumbang satu per satu dengan cepat, seolah sedang melawan hantu.
Seseorang mendekatiku. Langkahnya tegap tapi tidak berisik.
"Tenang, Dik. Jangan gerak," suara seorang bapak-bapak terdengar di telingaku. Suaranya tegas, berwibawa…
Karyawanku Bahagia, Aku Menguasai Dunia
BAB 19: Ketakutan di Ruang Gelap dan Mesin Pencetak Uang
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 57 Episodes
Comments
DREAMS
ini dilanjutkan atau sampai sini aja?
2025-12-22
4