Sinar matahari pagi menembus kaca jendela kamar tidur Rian di apartemen Sudirman Park. Ia mengerjapkan mata, mencoba mengumpulkan nyawa. Selama beberapa detik, ia lupa siapa dirinya. Apakah ia masih Rian si penjaga warung yang tidur di atas kasur busa tipis?
Namun, dinginnya AC sentral dan halusnya sprei sutra kualitas premium menyadarkannya. Ia bukan lagi sekadar pemilik warung. Ia kini adalah Presiden Direktur dari perusahaan pangan terbesar di Indonesia.
Rian bangun dan duduk di tepi ranjang. Kepalanya terasa sedikit pening, bukan karena sakit, tapi karena beban informasi yang membanjiri otaknya sejak kemarin sore. Aset 5 Triliun. Utang 2 Triliun. Dua puluh ribu karyawan. Lima puluh ribu outlet distribusi.
"Sistem," panggil Rian lirih.
[Selamat Pagi, Tuan Tycoon.]
[Saldo Poin Kebahagiaan: 52.450]
[Saldo Poin Dominasi: 25.000]
[Fitur Tier 3: Future Tech (Ready)]
Rian tersenyum tipis. Angka poinnya sekarang fantastis. Dulu, mengumpulkan 100 poin saja susahnya minta ampun. Sekarang ia punya puluhan ribu.
Ia bangkit, mandi, dan mengenakan setelan jas barunya. Hari ini adalah hari pertama ia berkantor resmi di Menara Rasa Nusantara. Ia tidak boleh terlihat lemah.
Satu jam kemudian, mobil Alphard Rian berhenti di lobi utama menara pencakar langit itu. Kali ini sambutannya berbeda. Jika dulu ia dihadang satpam, sekarang karpet merah digelar. Jajaran direksi yang tersisa (yang tidak ditangkap KPK) berdiri berbaris membungkuk hormat, ketakutan setengah mati.
Rian berjalan melewati mereka tanpa menoleh kanan-kiri, diikuti Maya yang tampil sangat powerful dengan blazer putih, dan Kenzo yang... yah, tetap memakai hoodie, tapi setidaknya hoodie-nya baru dan bersih.
"Selamat pagi, Pak Rian," sapa Sekretaris Perusahaan dengan suara bergetar.
"Pagi," jawab Rian singkat. "Kumpulkan semua kepala divisi di ruang rapat utama dalam 15 menit. Saya mau lihat laporan keuangan yang asli, bukan yang dipoles untuk pemegang saham."
Ruang rapat utama di lantai 50 itu terasa dingin mencekam.…
Karyawanku Bahagia, Aku Menguasai Dunia
BAB 29: Tahta Baru dan Algoritma Tuhan
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 57 Episodes
Comments