Jantung Risa berdentum kencang di dadanya, berpacu lebih cepat dari suara *braaakk!* yang baru saja memecah keheningan perpustakaan. Bukan hanya karena kaget, tapi juga karena rasa takut yang tiba-tiba melumpuhkan. Kevin mencengkeram erat pergelangan tangannya, matanya memancarkan peringatan. Tidak ada waktu untuk berpikir, hanya ada waktu untuk bertindak. Naluri survival mereka berteriak-teriak.
“Dari belakang!” Kevin berbisik, suaranya tercekat. Ia menunjuk ke arah pintu kecil yang tersembunyi di balik rak buku usang, pintu yang menuju koridor belakang perpustakaan. Pintu darurat yang jarang dipakai. Risa mengangguk, napasnya tersengal. Mereka harus keluar dari sini, apa pun yang terjadi. Mereka tidak tahu siapa di bawah, atau apa yang mereka inginkan, tapi firasat buruk Risa menjerit, memperingatkan bahaya yang mengancam jiwa.
Kevin bergerak lebih dulu, menarik Risa. Langkah-langkah mereka harus sehati-hati mungkin, seringan mungkin, agar tidak menimbulkan suara sekecil apa pun yang bisa menarik perhatian orang di bawah. Setiap kerikil kecil di lantai kayu tua itu terasa seperti bom waktu yang siap meledak. Kevin bahkan menahan napasnya, mencoba meredam detak jantungnya sendiri yang bergemuruh. Risa mengikutinya, matanya memicing, berusaha menembus kegelapan lorong yang minim cahaya. Cahaya remang dari jendela yang tertutup tirai tebal hanya menambah kesan suram dan mencekam.
Saat mereka mendekati pintu darurat, terdengar suara langkah kaki yang semakin jelas dari lantai bawah. *Tap… tap… tap…* Suara itu bukan lagi samar, melainkan nyata dan semakin mendekat. Tidak hanya satu langkah kaki, melainkan dua atau bahkan tiga. Orang-orang itu tidak hanya sekadar masuk; mereka sedang mencari sesuatu, atau… seseorang. Bulu kuduk Risa meremang. Bisikan ibunya terngiang lagi, *“Pergi… atau kau akan jadi yang berikutnya…”* Apakah ini yang dimaksud?
Kevin mendorong pintu itu perlahan. Engselnya berdecit pelan, memekakkan telinga dalam kesunyian yang menakutkan. Risa mene…
TERKUTUK! Rumah Tua Ini Simpan Rahasia Kematian Ibuku Yang Sebenarnya!
BAB 6: Terjebak di Perpustakaan Terkutuk
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 50 Episodes
Comments