Udara di kamar itu tiba-tiba berubah, memberat, seolah dinding-dinding usang telah menebal dan menelan semua oksigen yang tersisa. Bukan mantra dalam arti kata, melainkan sebuah energi gelap yang Bibi Lastri lepaskan, mengikat ruangan, dan menjerat Risa dalam kengerian yang nyata. Suara tawa Bibi Lastri masih menggema, merobek gendang telinga Risa, menusuk hingga ke ulu hati. Senyum di wajah wanita itu kini adalah topeng sempurna dari kekejian, setiap lekuknya memancarkan kemenangan yang menjijikkan.
“Jangan macam-macam!” Risa berteriak, suaranya parau, nyaris tak terdengar di telinganya sendiri. Pupil matanya melebar, memantulkan dua bayangan mengerikan: sosok Bibi Lastri yang melangkah mendekat dengan belati berlumuran darah di tangan, dan pantulan cermin yang kini bergejolak seperti air mendidih. Di sana, Kevin meronta, tubuhnya yang terikat mulai ditarik lebih dalam ke dalam kabut hitam yang menyeruak dari sisi cermin, ditarik oleh cengkeraman tangan keriput wanita tua berambut putih yang matanya menyala merah. Ketakutan yang membeku merayapi setiap sendi Risa, tapi tekadnya untuk menyelamatkan Kevin membakar habis rasa takut itu, menyisakan bara amarah.
“Oh, keponakanku sayang,” bisik Bibi Lastri, nada suaranya manis namun mematikan. Ia mengayunkan belati di tangannya, ujungnya berkilat memantulkan cahaya remang. “Kau kira aku main-main? Kau kira ini hanya dongeng penghantar tidur? Tidak, Risa. Ini adalah takdirmu. Takdir yang telah lama menunggumu di rumah terkutuk ini, sama seperti takdir *ibumu*.”
Kata ‘ibumu’ terdengar seperti kutukan dari bibir Bibi Lastri. Risa merasakan dadanya sesak, napasnya tersangkut. Ibunya. Selalu ibunya. Mengapa semua ini selalu berujung pada ibunya? Apa sebenarnya yang terjadi pada malam itu? Wanita tua di cermin itu, belati di tangan Bibi Lastri… semuanya terasa seperti kepingan puzzle yang mengerikan, siap membentuk gambaran yang akan menghancurkan jiwanya.
“Lepaskan Kevin!” Risa maju selangkah, menantang. Matanya tak lepas dar…
TERKUTUK! Rumah Tua Ini Simpan Rahasia Kematian Ibuku Yang Sebenarnya!
BAB 36: Terjebak di Neraka Cermin
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 50 Episodes
Comments