“Kevin!”
Suara Risa pecah, tercekat di tenggorokannya yang kering. Ia berhenti di anak tangga terakhir, di antara labirin bayangan yang menari-nari di ruang tengah. Jantungnya berdebar, memukul-mukul rusuknya dengan brutal, seolah ingin melarikan diri dari tubuhnya sendiri. Ia berbalik, panik, tatapannya menyapu kegelapan di atas. Pintu cermin itu kini tertutup rapat, hanya menyisakan pantulan remang-remang dari lilin yang masih menyala di bawah.
“Kevin!” panggil Risa lagi, kali ini lebih keras, suaranya bergetar. Ia mencoba berlari kembali, menerobos kegelapan, naik tangga menuju pintu cermin yang menjadi gerbang ke loteng terkutuk itu. Namun, kakinya terasa berat, seolah terpaku di lantai. Ada sesuatu yang menahannya, tarikan tak kasat mata yang menjepitnya di tempat.
Seketika, hawa dingin yang menusuk tulang merayap naik dari bawah lantai, memeluk kakinya, merambat ke seluruh tubuhnya. Risa menggigil, bukan hanya karena dingin, tapi juga karena kengerian yang mencekam. Bisikan-bisikan mulai mengelilinginya, berdesir seperti angin musim gugur yang membawa kabar buruk. Bukan bisikan-bisikan yang menuntunnya seperti sebelumnya, ini adalah bisikan-bisikan jahat, tawa-tawa melengking yang menggema dari dinding, dari sudut-sudut yang gelap, dari cermin besar yang kini tampak lebih menyeramkan dari biasanya. Cermin itu. Lagi-lagi cermin itu.
Dalam pantulan cermin, di antara bayangan yang bergoyang, Risa melihatnya. Refleksi dirinya sendiri tampak pucat pasi, matanya membelalak ketakutan. Namun, ada yang aneh. Di belakang pantulan dirinya, di kegelapan cermin, muncul bayangan samar. Sosok wanita berambut panjang terurai, dengan wajah yang mengerikan, menyeringai padanya. Bukan hantu yang baru saja ia lihat di loteng. Ini… ini adalah hantu lain. Atau mungkin… hantu yang sama, tapi kini lebih dekat, lebih nyata, lebih… mengancam. Sosok itu perlahan mendekat ke arah pantulan Risa, tangannya terulur seolah ingin meraihnya, jari-jari panjangnya yang kurus, berkuku hitam, nyar…
TERKUTUK! Rumah Tua Ini Simpan Rahasia Kematian Ibuku Yang Sebenarnya!
BAB 25: Terjebak di Kegelapan Loteng!
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 50 Episodes
Comments