Raungan mengerikan itu membelah udara, bukan seperti lolongan biasa, melainkan seperti suara ribuan jiwa yang tersiksa, terkompresi menjadi satu gelombang sonik yang menusuk gendang telinga. Udara di sekeliling mereka langsung terasa dingin, bukan dingin biasa, tapi dingin yang menggerogoti tulang, seolah semua kehangatan di dunia ini telah lenyap ditelan kegelapan. Lantai yang mereka pijak retak lebih lebar, dinding-dinding bergetar hebat, dan debu tebal berjatuhan dari langit-langit, membuat pandangan keruh. Kevin memeluk Risa erat, tubuhnya sedikit gemetar, namun tangannya tak pernah mengendur. Ia bisa merasakan jantung Risa berdebar kencang di dadanya, sekencang jantungnya sendiri.
Bayangan hitam pekat itu kini mengisi hampir seluruh ruang tamu. Bentuknya tak beraturan, seperti gumpalan asap hitam yang terus bergerak dan berdenyut, namun sepasang mata merah menyala itu begitu nyata, begitu tajam, memancarkan kebencian tak terbatas yang seolah telah terakumulasi selama ribuan tahun. Sebuah aura kematian yang busuk menyengat hidung mereka, membuat Risa mual. Ini bukan lagi arwah yang bergentayangan. Ini… entitas. Sesuatu yang telah tertidur pulas dan kini terbangun karena ulah Dewi Wijaya, atau lebih tepatnya, Bibi Lastri.
“Risa, lari!” teriak Kevin, suaranya tercekat. Ia mendorong Risa ke arah pintu yang kini tampak begitu jauh, seolah jaraknya bertambah berkali-kali lipat. Namun, bayangan itu bergerak lebih cepat. Dengan kecepatan tak masuk akal, gumpalan hitam itu melesat, dan hanya dalam sekejap, bayangan itu sudah berada di antara mereka dan pintu keluar.
Risa merasakan napasnya tertahan. Ketakutan yang selama ini ia rasakan, ketakutan yang ia coba lawan setiap hari, kini membuncah, jauh lebih besar dari apa pun yang pernah ia bayangkan. Lututnya lemas, ia hampir terjatuh jika Kevin tidak menahannya. Mata merah menyala itu kini menatap langsung ke arahnya, seolah melihat menembus jiwanya, mencari sesuatu yang tersembunyi jauh di dalamnya.
“Apa… apa itu?” bisi…
TERKUTUK! Rumah Tua Ini Simpan Rahasia Kematian Ibuku Yang Sebenarnya!
BAB 43: Terbangunnya Kegelapan Abadi
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 50 Episodes
Comments