Risa menelan ludah, tenggorokannya tercekat. Kata ‘Darah’ itu, ditulis dengan tinta merah yang kini memudar, terasa seperti cap stempel kematian. Jantungnya berdebar, memukul-mukul rusuknya seolah ingin melarikan diri. Liontin kunci kecil di lehernya semakin menghangat, berdenyut pelan, seperti jantung kedua yang mencoba berkomunikasi dengannya. Apa maksudnya? Darah siapa? Darah ibunya?
Ia mengangkat pandangannya dari jurnal usang itu, menatap kosong ke dinding kamar Kevin yang dipenuhi poster band. Otaknya kalut, mencoba merangkai potongan-potongan teka-teki yang kini terasa lebih mengerikan dari yang pernah ia bayangkan. Tidak, ini bukan sekadar kematian biasa. Ini adalah sesuatu yang jauh lebih gelap, lebih kejam.
Pintu kamar Kevin terbuka perlahan. Kevin masuk dengan dua cangkir teh hangat di tangannya. Matanya yang tajam langsung menangkap raut wajah Risa yang pucat pasi, tatapan matanya yang kosong, dan tangan gemetar yang masih memegang jurnal itu.
“Risa? Kamu kenapa?” Kevin meletakkan cangkir teh di meja samping tempat tidur, buru-buru mendekat. Ia duduk di tepi tempat tidur, meraih tangan Risa yang dingin. “Kamu baik-baik saja?”
Risa menggeleng pelan, air mata mulai menggenang di pelupuk matanya. “Kevin… ini… ini bukan main-main lagi.” Suaranya bergetar, hampir tak terdengar. Ia menyerahkan jurnal itu, membuka halaman yang tertulis ‘Darah’ itu pada Kevin. “Lihat ini. Tanggal kematian Mama… dan kata itu.”
Kevin mengerutkan kening, membaca tulisan tangan yang samar. Matanya melebar sedikit saat melihat kata ‘Darah’. Ia menatap Risa, lalu kembali ke jurnal, pikirannya berputar cepat. “Darah? Maksudmu… darah apa?”
“Aku tidak tahu! Tapi… aku merasa, ini penting. Ini bukan kebetulan. Mama… Mama tidak hanya meninggal, Kevin. Dia… dia dibunuh. Atau, lebih parah dari itu. Ada ritual.” Risa menekan liontinnya. Sensasi hangat itu seolah mengalirkan kekuatan dan ketakutan secara bersamaan. “Aku merasa… Mama mencoba bilang sesuatu melalui ini. Melalui kunci ini.”
Kevin…
TERKUTUK! Rumah Tua Ini Simpan Rahasia Kematian Ibuku Yang Sebenarnya!
BAB 39: Darah dan Janji Terlarang
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 50 Episodes
Comments