Kegelapan itu pekat, dingin, dan menusuk. Risa tidak tahu berapa lama ia terperangkap di dalamnya. Waktu terasa melebur, menjadi bubur hitam yang menelan segalanya. Kesadarannya datang perlahan, seperti riak di permukaan air yang keruh. Aroma apak, lembap, dan bau amis yang samar-samar. Kepalanya berdenyut hebat, setiap otot di tubuhnya terasa kaku dan nyeri, seolah baru saja dihantam ombak besar.
Matanya mengerjap, mencoba menembus tirai kegelapan. Sedikit cahaya remang-remang menyusup dari celah tinggi di dinding, menerangi sepetak lantai beton yang dingin. Ia bisa merasakan tangan dan kakinya terikat erat ke sebuah kursi kayu usang. Tali itu kasar, mengikis kulitnya. Panik langsung merayap, mencengkeram dadanya. Ini nyata. Bukan mimpi buruk. Ia benar-benar terjebak.
“Kevin?” Suaranya serak, parau, nyaris tak terdengar. Ia mencoba menggerakkan tubuhnya, tapi ikatan itu terlalu kuat. Sebuah erangan pelan terdengar dari sudut ruangan yang lebih gelap. Risa menoleh, berusaha menajamkan pandangannya. Siluet seseorang terbaring tak berdaya di lantai, terikat juga, tapi ke sebuah pilar besi besar. Kevin.
Setengah mati Risa mencoba berteriak, memanggil nama Kevin, tapi suaranya tercekat. Air mata mulai menggenang di pelupuk matanya. Takut. Sangat takut. Bayangan wajah Dewi Wijaya dengan mata merah menyala, tawa melengkingnya yang menusuk gendang telinga, dan tatapan dingin para preman itu kembali berputar di benaknya. Kalungnya. Liontin kuncinya yang selalu melindunginya. Terlepas. Jatuh. Ia bisa merasakannya. Lehernya terasa kosong, hampa.
Kevin mulai menggerakkan kepalanya. Beberapa kali ia mengerjap, lalu matanya terbuka, menatap kosong ke langit-langit. Pandangannya perlahan menemukan Risa. Sebuah desahan putus asa lolos dari bibirnya. “Risa? Lo… lo nggak apa-apa?” Suaranya juga lemah, tapi kekhawatiran itu begitu jelas.
“Gue… gue nggak tahu,” jawab Risa, suaranya bergetar. “Mereka… mereka bawa kita ke mana?”
“Pabrik tua itu,” Kevin berusaha bangkit, tapi tubuhnya te…
TERKUTUK! Rumah Tua Ini Simpan Rahasia Kematian Ibuku Yang Sebenarnya!
BAB 41: Terjebak di Sarang Penipu
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 50 Episodes
Comments