Rasa melayang itu hanya berlangsung sesaat, sebelum tubuh Risa menghantam sesuatu yang keras dan berdebu. Napasnya tercekat, paru-parunya seperti diremas, dan semua udara dalam dirinya terhempas keluar. Ia jatuh terjerembap di atas tumpukan kain lapuk dan kayu-kayu tua yang rapuh, bau apek langsung menusuk hidungnya. Kegelapan pekat menyelimutinya, begitu total hingga ia tidak bisa melihat tangannya sendiri, apalagi sekelilingnya.
Kepalanya berdenyut nyeri, mungkin terbentur sesuatu saat jatuh. Samar-samar, ia mendengar teriakan frustrasi Bibi Lastri dari atas, diikuti suara gedebuk dan benturan yang keras. Pasti wanita itu mengamuk, menendang-nendang pintu cermin yang kini tertutup rapat. Risa bersyukur pintu itu tertutup, tapi juga disergap ketakutan baru. Bagaimana ia akan keluar dari sini? Di mana 'sini' ini sebenarnya?
Tangan Risa meraba-raba di sekelilingnya, berusaha mencari pijakan atau sekadar mengetahui apa yang ada di dekatnya. Debu tebal menempel di jemarinya, bercampur dengan serat-serat kain lapuk. Dingin merayap dari lantai tanah yang ia pijak, menusuk tulangnya. Ia mencoba berdiri, namun kakinya terasa lemas, mungkin terkilir ringan. Dengan susah payah, ia merangkak, menjauhi titik jatuhnya, mencari dinding atau sesuatu untuk berpegangan.
Jantungnya berdebar kencang, memukul-mukul rusuknya seolah ingin keluar. Pikiran tentang pisau berkilat di tangan Bibi Lastri masih membekas tajam. Wanita itu sungguh berniat membunuhnya. Ini bukan lagi sekadar ancaman, ini adalah usaha pembunuhan terang-terangan. Dan arwah ibunya… arwah ibunya yang menunjuk ke sini. Ke dalam kegelapan ini. Apa yang ibunya coba tunjukkan?
"Ibu…" bisik Risa, suaranya serak dan gemetar. Tidak ada jawaban, hanya keheningan yang menyesakkan, diperparah oleh suara napasnya sendiri yang terdengar begitu keras di telinganya. Ia teringat senyuman tipis arwah ibunya sebelum pintu tertutup. Senyuman itu seolah berkata, 'Kau akan baik-baik saja, Nak. Temukan kebenarannya.'
Sebuah cahaya redup…
TERKUTUK! Rumah Tua Ini Simpan Rahasia Kematian Ibuku Yang Sebenarnya!
BAB 23: Jatuh ke Jurang Rahasia
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 50 Episodes
Comments