Jantung Risa berdentum kencang di balik tulang rusuknya, mengikuti irama degup pintu yang tertutup. Ia menekan telapak tangan ke dadanya, seolah bisa meredam suara itu agar tidak terdengar sampai ke luar. Bibi Lastri sedang berbicara dengan Kevin. Suaranya, yang barusan menusuk Risa dengan ancaman dingin, kini melunak menjadi melodi ramah yang menjijikkan. "Kevin? Ya ampun, Nak. Ada apa malam-malam begini? Kok teriak-teriak gitu? Risa sudah tidur, mungkin kecapekan."
Risa bisa merasakan seringai di balik nada manis itu, seperti seekor ular berbisa yang menyamar menjadi kupu-kupu. Ia membenci Bibi Lastri. Membenci dirinya sendiri yang begitu buta selama ini.
Suara Kevin, yang terdengar sedikit lega namun masih sarat kecemasan, menembus dinding kamar. “Maaf, Bi. Aku cuma khawatir. Tadi siang Risa bilang kakinya sakit, aku takut kenapa-kenapa. Aku WA dia tidak dibalas, telepon juga tidak diangkat.”
Risa menutup matanya, menahan napas. Bibi Lastri berbohong, seperti biasa. Dan Kevin… dia datang karena khawatir. Hatinya menghangat, namun rasa takut masih menguasai. Ia tahu Bibi Lastri pasti sedang menyeringai di luar, memainkan perannya sebagai wali yang baik. Risa tidak bisa berteriak, tidak bisa meminta tolong. Ia terperangkap. Tapi setidaknya, ia punya Kevin. Kevin adalah satu-satunya harapan. Harapan yang rapuh di tengah cengkeraman monster yang kini menunjukkan wujud aslinya.
“Astaga, kakinya sakit? Kenapa tidak bilang Bibi, sih?” Suara Bibi Lastri terdengar dibuat-buat terkejut. “Anak itu memang keras kepala. Tapi tenang saja, sudah Bibi pijit tadi. Sekarang dia sudah pules. Mungkin ponselnya sengaja dimatikan biar nggak diganggu.”
Risa merasakan darahnya mendidih. Kebohongan yang sangat rapi. Bibi Lastri tidak memijitnya. Justru mengancamnya. Dan ponselnya… Bibi Lastri pasti mengambilnya. Ia buru-buru meraba nakas. Kosong. Ponselnya tidak ada. Wanita itu benar-benar mengisolasi Risa.
“Oh, gitu ya, Bi?” Suara Kevin terdengar ragu. “Aku… aku mau lihat dia sebe…
TERKUTUK! Rumah Tua Ini Simpan Rahasia Kematian Ibuku Yang Sebenarnya!
BAB 20: Terjebak di Sarang Monster
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 50 Episodes
Comments