Risa terhuyung, kakinya merasakan tumpuan lantai kayu yang berderak dan licin. Bau apak debu, lumut, dan sesuatu yang amis menyengat hidungnya, membuat perutnya mual. Gelap. Gelap sekali. Celah cahaya di belakangnya, portal dari cermin, kini benar-benar tertutup, seolah pintu menuju dunia lain baru saja dihempaskan. Hanya ada kegelapan absolut yang pekat, menelan segala sisa keberaniannya.
“Kevin!” Suara Risa serak, bergetar, nyaris tak terdengar. Ia tak bisa melihat apa-apa. Tangannya meraba-raba di depannya, mencari pegangan, mencari keberadaan Kevin yang tadi ia lihat terbaring lemah. Detak jantungnya berpacu, memukul-mukul rusuknya seolah ingin melarikan diri dari sangkarnya. Rasa dingin yang menusuk tulang itu kembali datang, lebih pekat, lebih kejam. Kali ini bukan hanya dinginnya loteng, tapi dinginnya kehadiran.
Sebuah bisikan menusuk telinganya, tepat di belakang lehernya. "*Selamat datang, Risa... putriku...*". Suara itu bukan suara ibunya yang lembut, bukan bisikan yang menenangkan seperti yang sering ia dengar. Ini suara yang berdesis, parau, penuh amarah dan dendam. Bulu kuduk Risa meremang. Liontin kunci di dadanya terasa membara, panasnya terasa seperti api yang siap membakar kulitnya.
Kevin! Ia harus menemukan Kevin. Dengan sisa tenaga yang ia punya, Risa mencoba melangkah maju, tangannya masih terulur ke depan. Kakinya tersandung sesuatu yang lunak, lalu terbentur benda keras. Ia jatuh tersungkur, lututnya menghantam lantai kayu. Debu tebal beterbangan, menyesakkan napas.
“Uhuk! Uhuk!” Risa terbatuk-batuk, matanya berusaha menyesuaikan diri dengan kegelapan. Sedikit cahaya rembulan yang samar-samar menyusup lewat celah kecil di jendela loteng, memungkinkan matanya menangkap siluet. Dan apa yang ia lihat membuat napasnya tercekat.
Kevin. Ia terbaring tak berdaya hanya beberapa jengkal darinya. Wajahnya pucat pasi, bibirnya kebiruan. Tubuhnya bergetar hebat, dan tangannya mencengkeram erat dadanya, tepat di posisi jantungnya. Di atas Kevin, melayang s…
TERKUTUK! Rumah Tua Ini Simpan Rahasia Kematian Ibuku Yang Sebenarnya!
BAB 26: Terjebak di Sarang Kematian
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 50 Episodes
Comments