Udara di gudang tiba-tiba terasa begitu berat, menyesakkan paru-paru Risa hingga dadanya terasa terbakar. Dua bayangan di ambang pintu, satu manusia, satu entah apa, menyergap semua jalan keluar. Aroma apak dan debu yang tadi ia hirup kini bercampur dengan bau anyir yang samar, membuat perutnya bergejolak hebat. Kevin… dia terluka. Dia diikat di sini. Dan sekarang dia ‘sudah tidak ada’, begitu kata Bibi Lastri.
“Tidak!” Risa berteriak, suaranya serak dan pecah. Air mata mengalir deras, membasahi wajahnya yang pucat pasi. Liontin kunci di lehernya terasa dingin, seperti es. Ia mencengkeram erat gantungan kunci Kevin yang berlumuran darah di tangannya, rasa sakit dan marah bercampur aduk, membakar setiap sel di tubuhnya. Itu bukan hanya gantungan kunci. Itu bukti. Bukti kejahatan Bibi Lastri. Dan bukti kalau Kevin benar-benar dalam bahaya.
Bibi Lastri tertawa. Tawa yang kering, seperti ranting lapuk yang patah. Matanya yang biasanya ramah kini memancarkan kilatan gila, seringai di bibirnya membuat Risa mual. “Oh, Risa sayang… kamu ini keras kepala sekali, ya? Sama seperti ibumu. Selalu ingin tahu. Selalu ingin melawan. Padahal, kalau kalian nurut aja… semua nggak akan serumit ini, lho.”
Sosok di samping Bibi Lastri tidak bergerak. Hanya dua titik merah yang berpendar di kegelapan, seolah mengunci pandangan Risa. Sosok itu jauh lebih tinggi dari Bibi Lastri, siluetnya ramping namun memancarkan aura mengancam yang tak bisa dijelaskan oleh akal sehat. Apa dia? Hantu? Iblis? Atau sesuatu yang lain?
“Apa yang kalian lakukan pada Kevin?!” Risa melangkah mundur, kakinya menyentuh tumpukan kayu lapuk di belakangnya. Ia merasakan benjolan-benjolan tajam menekan telapak kakinya yang tidak beralas sepatu. Otaknya berputar cepat, mencari celah, mencari jalan keluar yang tidak ada.
“Kevin? Dia sudah tahu terlalu banyak, Risa. Sama sepertimu.” Bibi Lastri melangkah maju, perlahan, setiap langkahnya terasa seperti palu yang menghantam jantung Risa. “Dia harus ‘pergi’. Demi kebaikan…
TERKUTUK! Rumah Tua Ini Simpan Rahasia Kematian Ibuku Yang Sebenarnya!
BAB 15: Terjebak di Sarang Iblis
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 50 Episodes
Comments