Suara sirene itu merobek malam, semakin keras, semakin dekat. Risa menarik napas dalam-dalam, berusaha menenangkan detak jantungnya yang berpacu liar. Tangannya masih memegangi pipi Kevin, jemarinya terasa dingin. Ia mencondongkan tubuh, mengecup kening pemuda itu, sebuah janji tanpa kata terukir di sana.
“Risa! Kamu di mana?!” Suara panik Bibi Lastri terdengar dari bawah, menggema di lorong. Wanita itu pasti baru saja keluar dari kamar atau… mungkin dari tempat persembunyiannya. Sebuah senyum pahit terukir di bibir Risa. Topengnya akan segera runtuh.
Lampu senter berkelebat di luar jendela, kemudian langkah-langkah kaki cepat menaiki tangga. Pintu loteng terbuka kasar, menampakkan beberapa petugas berseragam dan paramedis dengan kotak P3K. Mata mereka langsung tertuju pada Kevin yang tergeletak tak berdaya dan Risa yang berlumuran darah.
“Ya Tuhan, Kevin!” Salah satu paramedis berteriak, segera menghampiri. Risa minggir, membiarkan mereka bekerja. Ia merasa limbung, namun matanya tetap waspada, mencari-cari. Bibi Lastri.
Wanita itu muncul di ambang pintu loteng, wajahnya memucat ketakutan, namun ada sorot aneh di matanya—kepanikan yang terlalu dramatis. “Risa! Kamu baik-baik saja, Nak? Kevin kenapa?” Suaranya bergetar, terdengar sangat meyakinkan bagi siapa pun yang tidak tahu kebenarannya.
Risa menatapnya, api kemarahan berkobar di dadanya. Ia ingin berteriak, ingin menunjuk, ingin mengoyak topeng munafik itu di depan semua orang. Tapi ia menahan diri. Belum saatnya. Ia harus cerdas. Kevin membutuhkannya. Ibunya membutuhkannya.
“Risa, bicara Nak! Apa yang terjadi?” Bibi Lastri mendekat, tangannya terulur seolah ingin memeluk. Risa mundur selangkah, menepis tangan itu dengan jijik. Mata Bibi Lastri melebar sesaat, kilatan kemarahan melintas sebelum kembali tertutup oleh topeng kekhawatiran.
Seorang polisi mendekati Risa. “Nona, apa yang terjadi di sini? Apakah Anda yang menghubungi kami?”
Risa mengangguk, suaranya serak. “Iya, Pak. Ada penyusup. Dia… melukai Kevin.…
TERKUTUK! Rumah Tua Ini Simpan Rahasia Kematian Ibuku Yang Sebenarnya!
BAB 47: Sang Dalang Terungkap!
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 50 Episodes
Comments