Keheningan yang tiba-tiba setelah badai energi tadi terasa memekakkan telinga. Rumah tua itu seolah menahan napas, puing-puing berserakan menjadi saksi bisu pertarungan tak kasat mata. Risa berdiri di tengah kekacauan, napasnya tersengal, tubuhnya serasa baru saja dicabik-cabik dan disatukan kembali. Kekuatan itu, kekuatan yang bersemayam dalam dirinya, kini mereda, meninggalkan kelelahan luar biasa yang menggerogoti setiap sendi.
Matanya menyapu sekeliling, mencari sosok yang paling penting di antara reruntuhan. Kevin. Pria itu masih tergeletak tak berdaya di lantai, beberapa meter darinya. Kepalanya terkulai ke samping, tahi lalat kecil di bawah mata kirinya menjadi satu-satunya titik fokus di wajah pucat itu. Darah. Risa melihat genangan merah gelap itu mengalir dari pelipis Kevin, membasahi lantai kayu yang sudah lapuk.
Jantung Risa mencelos. Dingin dan tajam, menusuk ulu hatinya. Ia tak peduli pada rasa sakit di tubuhnya, tak peduli pada kehancuran di sekitarnya. Yang ada hanyalah Kevin. Tubuhnya melangkah gontai, kakinya terasa seperti timah, namun ia memaksakan diri. Setiap langkah adalah perjuangan, seolah ada beban tak terlihat yang menindihnya.
"Kevin?" Suaranya parau, nyaris tak terdengar. Ia berlutut di samping Kevin, tangannya gemetar meraih pipi pria itu yang dingin. Wajah Kevin pucat pasi, bibirnya membiru. Tidak ada respons. Tidak ada gerakan. Hanya keheningan yang menakutkan.
Panik mencengkeram Risa. Ini semua salahnya. Jika saja ia tidak melibatkan Kevin, jika saja ia tidak egois, Kevin tidak akan berakhir seperti ini. Air mata mulai menggenang, menyamarkan pandangannya. Ia meletakkan telapak tangannya di dada Kevin, mencoba merasakan detak jantungnya. Samar. Sangat samar, nyaris tak ada.
"Kevin, bangun! Kumohon!" Risa mengguncang bahu Kevin pelan, suaranya naik satu oktaf, putus asa. "Jangan tinggalkan aku! Kumohon!" Ia menyentuh luka di pelipis Kevin. Darahnya masih mengalir. Ia merobek ujung bajunya, secepat kilat, dan menempelkannya pada luka i…
TERKUTUK! Rumah Tua Ini Simpan Rahasia Kematian Ibuku Yang Sebenarnya!
BAB 46: Darah & Dendam Terukir
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 50 Episodes
Comments