Risa merasakan denyutan hebat di pelipisnya. Udara dingin yang menusuk tulang itu kini bercampur dengan aroma melati yang pekat, menusuk indranya hingga mual. Wajah di dalam cermin retak itu... itu adalah wajah yang hanya ia lihat dalam mimpi-mimpi buruknya, dalam foto-foto usang yang disembunyikan Ayah, dan dalam siluet samar di ingatannya yang paling gelap. Wajah Ibunya. Ibunya, kini berdiri di sana, seperti pantulan yang terlepas dari realitas, menatap sosok hitam yang hendak melahap Bibi Lastri.
Sosok hitam itu, dengan api biru keunguan yang menari-nari di cakar runcingnya, membeku. Seolah waktu berhenti, dan satu-satunya yang bergerak hanyalah debu-debu yang melayang di cahaya rembulan yang menembus jendela tinggi. Api di tangan sosok itu meredup, perlahan mengecil, seolah energinya diserap, atau mungkin, dihentikan oleh keberadaan baru itu. Risa bisa merasakan getaran ketidakpastian dari sosok hitam itu, sesuatu yang asing, bukan lagi kemarahan membara yang tadi ia rasakan.
Bibi Lastri, yang sebelumnya meringkuk di lantai, kini mendongak. Matanya membelalak, bukan lagi karena ketakutan pada api, melainkan pada wanita di cermin. Bibirnya terbuka, mencoba mengeluarkan suara, namun yang keluar hanyalah desahan putus asa. Ia bahkan tidak mencoba melarikan diri, seolah seluruh jiwanya terkunci pada pemandangan itu. Di matanya, Risa melihat campuran horor, penyesalan, dan juga… semacam pengakuan yang tak terucap. Seolah Bibi Lastri melihat hantu dari masa lalu yang akhirnya datang untuk menuntut balas.
Kevin menarik lengan Risa lebih erat. “Risa, apa itu…?” bisiknya, suaranya tercekat. Kevin yang selalu logis, selalu mencari penjelasan ilmiah, kini terlihat sama terkejutnya, sama ketakutannya seperti Risa. Namun, ada tekad yang tak tergoyahkan di matanya, kesiapan untuk melindungi Risa apa pun yang terjadi. Risa tidak bisa menjawab. Tenggorokannya tercekat, matanya terpaku pada sosok Ibunya. Ada begitu banyak pertanyaan yang membuncah di dadanya, ingin ia teriakkan,…
TERKUTUK! Rumah Tua Ini Simpan Rahasia Kematian Ibuku Yang Sebenarnya!
BAB 32: Wajah di Balik Cermin
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 50 Episodes
Comments