Keheningan yang mencekik itu terasa lebih berat daripada beban batu nisan. Tidak ada suara lagi, tidak ada gerutuan, hanya detak jantung Risa yang memukul-mukul gendang telinganya sendiri dengan irama panik. Aroma melati yang tadi begitu pekat, kini seperti uap tipis yang menempel di setiap sudut ruangan, mengingatkan pada kehadiran tak kasat mata yang baru saja mengawasi mereka.
Kevin menelan ludah, matanya masih terpaku pada dinding di belakang lemari pakaian. Otaknya yang logis seolah mencoba mencari penjelasan rasional, tapi ekspresi wajahnya mengkhianati ketakutan yang merayap. "Ris... lo yakin itu cuma suara rumah yang berderit?" bisiknya, suaranya serak.
"Enggak," jawab Risa pelan, tangannya yang menggenggam erat liontin kunci ibunya kini terasa dingin, namun keringat dingin membasahi telapaknya. "Bukan. Terlalu dekat. Dan... hawa dinginnya itu. Persis kayak pas gue ngerasain kehadiran Ibu dulu." Ia menunjuk dengan dagunya ke arah dinding. "Rasanya kayak ada yang berdiri di sana. Atau... bersembunyi di baliknya."
Kevin mengernyit. "Bersembunyi di baliknya? Maksud lo, ada lorong rahasia atau apa gitu?" Ia mulai melangkah maju, sangat perlahan, seolah takut menginjak ranjau. Setiap langkah kecilnya diiringi bunyi decitan lantai kayu yang berumur, menambah horor di suasana yang sudah mencekam.
Risa buru-buru menahan lengannya. "Jangan, Vin! Jangan bergerak dulu." Ia memejamkan mata sesaat, mencoba memfokuskan indra keenamnya yang samar. Aroma melati itu semakin kuat, menusuk hidungnya. Kali ini, ia juga bisa merasakan sensasi seperti ada ujung jari-jari dingin yang menyentuh kulit lengannya, merambat pelan ke bahu. Bulu kuduknya meremang. Bukan, bukan hantu ibunya. Ini beda. Ini lebih... jahat. Lebih licik.
Sebuah bisikan tak jelas melayang di telinganya, seperti suara angin yang melewati celah sempit, membawa potongan-potongan kata yang tak bisa ia tangkap. Tapi ia mengerti pesannya. Peringatan. Bahaya.
"Ris? Lo kenapa? Muka lo pucat banget." Kevin menyentuh pi…
TERKUTUK! Rumah Tua Ini Simpan Rahasia Kematian Ibuku Yang Sebenarnya!
BAB 10: Dinding Bicara, Rahasia Mengintai
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 50 Episodes
Comments