Suara benturan tubuh Kevin ke dinding, erangan lirihnya, dan suara pintu loteng yang terbanting menutup, semuanya bercampur menjadi simfoni horor yang memekakkan telinga Risa. Jantungnya berdebar, memukul-mukul rusuknya seolah ingin keluar. Kevin. Dia dalam bahaya. Dan Risa… dia sendiri, terkunci di dalam. Sendirian bersama gadis kecil bermata gelap, cermin tua yang memantulkan bayangan jahat, dan hawa dingin yang menusuk hingga ke tulang.
“Kevin!” Risa berteriak, suaranya serak. Ia mencoba menerjang ke arah pintu, tapi kakinya terasa terpaku di lantai. Aura di dalam loteng semakin pekat, menghimpit napasnya, membuatnya pusing. Gadis kecil itu tersenyum tipis, senyum yang sama sekali tidak polos, melainkan penuh kepuasan. Matanya yang hitam pekat menyorot penuh kemenangan.
“Kau tidak bisa pergi,” bisik gadis kecil itu, suaranya kini melunak, kembali menjadi melodi menipu yang ia gunakan pertama kali. “Kita akan bermain bersama. Selamanya.”
Di dalam cermin, dua bayangan itu semakin jelas. Wanita berambut panjang dan seorang pria yang wajahnya masih kabur, berdiri tegak di belakang gadis kecil itu, seolah mereka adalah dalang dari semua kekejaman ini. Risa merasa mual. Itu bukan ibunya. Tidak mungkin. Ibunya tidak akan pernah sejahat ini, sekejam ini. Liontin kunci di lehernya kembali terasa menghangat, berdenyut-denyut, seolah mencoba memberinya kekuatan. Tapi kekuatan apa? Untuk melawan siapa?
"Siapa kalian sebenarnya?" Risa memaksakan suaranya keluar, berusaha terdengar berani meski lututnya gemetar. "Apa yang kalian inginkan dariku?"
Gadis kecil itu terkekeh. Tawa itu, dingin dan melengking, membuat bulu kuduk Risa berdiri. "Kami hanya ingin keluarga. Kau… kau adalah bagian dari kami. Darahmu mengalir di sini."
“Darah?” Risa menatap liontinnya. Darah siapa? Darah ibunya? Atau darah yang lebih tua lagi, terhubung dengan kutukan rumah ini? Pikiran Risa berputar-putar. Ia harus tetap tenang. Kevin di luar sana. Mungkin terluka. Ia harus keluar. Tapi bagaimana?
Ia mel…
TERKUTUK! Rumah Tua Ini Simpan Rahasia Kematian Ibuku Yang Sebenarnya!
BAB 29: Terjebak di Sarang Misteri
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 50 Episodes
Comments