Udara pengap dan dingin langsung memeluk Risa, seolah ia baru saja melangkah ke dalam paru-paru bumi yang sudah lama tidak bernapas. Kegelapan mutlak menyelimuti, menelan setiap inci cahaya yang mungkin masih menempel di retinanya dari dunia luar. Pintu rahasia itu benar-benar tertutup, tanpa celah sedikit pun, menjebak Risa dalam keheningan yang memekakkan telinga. Hanya detak jantungnya sendiri yang terdengar begitu keras, memukul-mukul rusuknya seolah ingin melarikan diri.
Bau apek yang menusuk hidung bercampur dengan aroma aneh. Manis. Busuk. Seperti bunga layu yang sudah lama membusuk di dalam vas, tapi ada sentuhan lain, sesuatu yang logam dan basi. Risa mengangkat tangannya, mencoba meraba-raba di depannya, mencari pegangan atau setidaknya bayangan bentuk. Jari-jarinya menyentuh dinding yang terasa lembap dan kasar, seperti batu yang ditumbuhi lumut kering.
"Halo?" Bisikannya sendiri terdengar begitu asing, lemah, dan menyedihkan di tengah kegelapan pekat itu. Tidak ada jawaban. Hanya keheningan yang semakin dalam, seolah kegelapan itu sendiri adalah makhluk hidup yang sedang mengawasinya.
Indra keenamnya yang samar kini berteriak-teriak, merindingkan bulu kuduknya. Ada energi di sini. Energi yang familiar namun juga menakutkan. Energi ibunya. Tapi juga ada yang lain, sesuatu yang dingin, berat, dan jahat. Seperti bayangan yang bersembunyi di balik bayangan, mengintai dari sudut yang tak terlihat.
Risa mencoba mengambil napas dalam-dalam, menenangkan detak jantungnya yang menggila. Ini bukan saatnya untuk takut. Ini adalah kesempatannya. Kesempatan untuk menemukan kebenaran yang selama ini terkubur. Ibunya membimbingnya. Ia harus percaya itu.
Ia merogoh saku celananya, mencari ponselnya. Sial, tidak ada sinyal. Layarnya menyala redup, menjadi satu-satunya sumber cahaya di lorong itu. Cahaya kecil itu nyaris tidak membantu, hanya cukup untuk menunjukkan bahwa lorong ini sangat sempit, hanya cukup untuk satu orang, dan dindingnya dipenuhi kelembapan yang menete…
TERKUTUK! Rumah Tua Ini Simpan Rahasia Kematian Ibuku Yang Sebenarnya!
BAB 21: Lorong Gelap, Jejak Ibuku
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 50 Episodes
Comments