Cahaya liontin di leher Risa memancar, bukan lagi sekadar binar, melainkan gelombang kehangatan yang mendesak. Gelombang itu menepis bayangan hitam yang melilit kakinya, menciptakan jalur sempit nan bergejolak. Udara di sekelilingnya berdesir, seolah ruang itu sendiri berjuang melawan kekuatan yang baru bangkit dari benda pusaka kecil itu.
“Ibu…” Bisikan Risa pecah, nyaris tak terdengar di tengah desa angin gaib. Air matanya mengalir, bukan karena takut, melainkan haru yang meluap. Bayangan wanita itu, samar tapi nyata, di balik celah yang diciptakan liontinnya, terlihat begitu familier. Senyumnya, tatapan matanya… itu adalah ibunya. Ibunya yang hilang, ibunya yang mati, ibunya yang selama ini mencarinya dan memanggilnya.
Dengan tekad baru yang membara, Risa melangkah maju. Setiap langkah adalah perjuangan. Rantai bayangan berusaha menariknya kembali, mencengkeram pergelangan kakinya, seolah ingin menyeretnya ke dalam jurang kegelapan abadi. Namun, cahaya liontinnya semakin menguat, membelah kegelapan menjadi serpihan-serpihan abu yang lenyap sebelum sempat menyentuhnya. Ia bisa merasakan tarikan kuat, bukan hanya dari liontin itu, tetapi juga dari sosok ibunya yang memanggil, menjanjikan jawaban, menjanjikan kedamaian.
Ruangan itu berputar, dinding-dinding bayangan melengkung seperti koridor tak berujung. Risa tahu ini bukan tempat biasa. Ini adalah dimensi lain, sebuah penjara yang diciptakan oleh kekuatan gelap, mungkin oleh Bibi Lastri, atau bahkan oleh sesuatu yang lebih tua dan lebih jahat dari Bibi Lastri. Dan di sinilah, di tengah kekacauan ini, kebenaran terakhir menanti.
Ia terus berjalan, pandangannya terpaku pada celah cahaya di kejauhan, tempat bayangan ibunya berdiri. Celah itu perlahan membesar, menampakkan sebuah pintu. Pintu kayu tua, dengan ukiran kuno yang rumit, persis seperti yang sering muncul dalam mimpi buruknya. Pintu yang sama persis dengan yang ia lihat di balik cermin ruang tamu. Tapi ini bukan sekadar pintu. Ini adalah gerbang. Gerbang m…
TERKUTUK! Rumah Tua Ini Simpan Rahasia Kematian Ibuku Yang Sebenarnya!
BAB 35: Kunci dan Bayangan Ibu
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 50 Episodes
Comments