Kevin terhuyung mundur, punggungnya menabrak dinding dingin. Jantungnya bergemuruh, memukuli tulang rusuknya seakan ingin melarikan diri. Bayangan hitam pekat itu bergerak cepat, jauh lebih cepat dari yang bisa Kevin bayangkan. Sebuah rantai, terbuat dari kegelapan murni, melesat ke arahnya, ujungnya seperti cakar yang siap merobek. Bau anyir, bau tanah basah bercampur karat, tiba-tiba memenuhi udara. Ini bukan bau rumah tua yang berdebu. Ini bau kematian yang sangat kuno.
“Jangan!” Kevin berteriak, suaranya serak. Ia mencoba menangkis, mengangkat lengan, tapi itu sia-sia. Rantai itu melilit pergelangan tangannya, dingin menusuk, seolah terbuat dari es dan bayangan. Rasa sakit yang tajam menjalar, bukan sakit fisik biasa, melainkan sakit yang menggerogoti jiwanya, menariknya ke dalam keputusasaan yang dalam.
Bibi Lastri tertawa, suara melengkingnya bergema di lorong sempit. Di tangannya, liontin kunci itu memancarkan cahaya redup, seolah menjadi sumber kekuatan bayangan mengerikan ini. Bekas luka bakar di pergelangan tangannya kini terlihat seperti sulur-sulur hitam yang bergerak di bawah kulitnya, berdenyut-denyut.
“Selamat datang, Kevin,” desis Bibi Lastri, matanya menyala-nyala oleh kegilaan. “Selamat datang di rumah yang tak akan pernah melepaskanmu. Penjaga ini… dia lapar. Dia sudah lama menanti. Dan sekarang, dia punya dua jiwa muda untuk disantap.”
Rantai kedua, yang tadinya terikat pada liontin di tangan Bibi Lastri, kini terlepas dan melayang, bergabung dengan rantai yang mencengkeram Kevin. Mereka mulai menariknya mundur, ke arah kegelapan yang lebih pekat, ke sebuah lorong yang tidak ia sadari ada sebelumnya. Lorong itu seperti jurang tanpa dasar, menelan semua cahaya.
Kevin melawan sekuat tenaga. Ia menghentakkan kaki, menarik lengannya, tapi cengkeraman rantai itu terlalu kuat. Semakin ia melawan, semakin kuat rantai itu menjeratnya, mencekik pergelangan tangannya. Darah di pembuluh darahnya terasa membeku. Matanya mencari-cari. Risa. Di mana Risa? Ia h…
TERKUTUK! Rumah Tua Ini Simpan Rahasia Kematian Ibuku Yang Sebenarnya!
BAB 34: Terjebak dalam Kegelapan
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 50 Episodes
Comments