Udara di loteng yang pengap terasa menipis. Risa hanya punya sepersekian detik untuk bereaksi saat sosok itu menerjang. Bukan sekadar melangkah, tapi melayang, seolah tak terikat gravitasi, dengan kecepatan yang membuat pandangannya kabur. Jeritan itu akhirnya lolos dari tenggorokannya, memecah keheningan yang menyesakkan, berubah menjadi lengkingan horor murni.
Ia tak berpikir, hanya naluri bertahan hidup yang mengambil alih. Tubuhnya otomatis menunduk, berguling ke samping, nyaris menyentuh lantai kayu yang berdebu. Angin dingin dan bau amis seperti tanah kuburan yang baru digali menyapu wajahnya saat sosok itu melesat melewatinya, menabrak tumpukan kotak usang di belakangnya dengan suara gedebuk memuakkan. Debu beterbangan, menyerupai kabut tipis di antara cahaya rembulan yang samar.
"Risa!" Suara Kevin lagi, lebih dekat, lebih putus asa. Risa bisa merasakan getaran langkah kakinya di tangga loteng yang reyot. Apakah ia akan berhasil naik? Atau justru menjadi korban berikutnya?
Sosok hantu itu tidak tinggal diam. Ia berbalik, gerakannya patah-patah seperti boneka yang rusak. Matanya yang cekung menyala merah di kegelapan, terfokus padanya. Senyum miringnya semakin mengerikan, menunjukkan deretan gigi taring yang kini terlihat jelas, berkilauan di bawah rembulan.
"Kau pikir bisa lari, gadis kecil?" Suara serak itu terdengar seperti pecahan kaca, menusuk telinga Risa. "Di sini… tidak ada yang bisa lari." Ia mengangkat tangan kurus keringnya, kuku-kukunya yang panjang mencakar-cakar udara, seolah ingin merobek-robek sesuatu yang tak terlihat.
Risa merasakan jantungnya berpacu gila-gilaan, memompa adrenalin ke seluruh tubuhnya. Ia tahu ia harus bergerak. Cepat. Ia menoleh ke belakang, mencari jalan keluar. Pintu cermin itu… masih terbuka, menyisakan celah sempit ke lorong bawah. Kevin pasti sudah melewatinya.
"Risa! Kamu di mana?!" Kevin berteriak lagi, kali ini suaranya terdengar sangat dekat, di ambang pintu loteng. Sebuah bayangan muncul di sana, siluet Kevin yang…
TERKUTUK! Rumah Tua Ini Simpan Rahasia Kematian Ibuku Yang Sebenarnya!
BAB 24: Terjebak di Neraka Kegelapan
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 50 Episodes
Comments