Udara di sekitar Risa menipis, memadat menjadi sebuah keputusasaan yang pahit. Belati di tangan Bibi Lastri melesat, mengincar jantungnya. Di saat yang sama, bayangan belati di cermin itu sudah mengayun ke bawah, tepat ke arah dada Kevin yang terikat. Dua serangan mematikan, dari dua arah berbeda, menuntut respons instan. Tidak ada waktu untuk berpikir, hanya naluri yang berteriak. Sebuah kekuatan baru yang dingin, namun terasa begitu akrab, meledak dari dalam diri Risa. Bukan panik, bukan takut, tapi amarah murni yang membakar. Amarah terhadap Bibi Lastri, terhadap takdir, terhadap semua misteri yang telah menelan hidupnya.
“Enggak!” teriak Risa, suaranya pecah, lebih mirip raungan daripada kata. Ia tak memilih. Ia menolak semua pilihan itu. Tubuhnya berputar dengan kecepatan yang mustahil, gerakan yang bukan miliknya, sebuah refleks yang entah dari mana datangnya. Belati Bibi Lastri mendesing tipis di udara, hanya beberapa milimeter dari kulitnya, nyaris merobek seragam sekolahnya. Namun, itu cukup. Risa berhasil menghindar.
Kakinya menjejak lantai marmer dengan hentakan keras, menyalurkan energi yang baru ditemukan itu. Matanya terpaku pada cermin. Kevin. Dia harus menyelamatkan Kevin. Bibi Lastri, terkejut dengan reaksi Risa yang tak terduga, sempat limbung. Ini adalah satu-satunya kesempatan Risa. Tanpa berpikir panjang, Risa berlari. Bukan ke arah pintu, bukan ke arah Bibi Lastri, melainkan langsung menuju cermin besar itu.
Bibi Lastri menggeram, “Mau ke mana kau, bocah sialan? Kau pikir bisa kabur?”
Belati di tangan Bibi Lastri kembali terangkat, tapi Risa sudah setengah jalan. Ia bisa mendengar Kevin terengah-engah, suaranya tercekat. Di dalam cermin, bayangan wanita tua itu menyeringai, belatinya sudah sangat dekat dengan Kevin. Mata Kevin terbelalak, pasrah.
“Tidak!” Risa menjerit lagi.
Tepat saat ujung belati di cermin menyentuh kulit Kevin, Risa melompat. Ia tak tahu apa yang akan terjadi, tapi ia harus mencobanya. Tangannya terentang, seolah ingin…
TERKUTUK! Rumah Tua Ini Simpan Rahasia Kematian Ibuku Yang Sebenarnya!
BAB 37: Pilihan Mustahil
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 50 Episodes
Comments