Kevin jatuh berlutut, napasnya tersengal, paru-parunya serasa terbakar. Tangan kanannya mencengkeram udara kosong, seolah masih mencoba meraih Risa yang baru saja lenyap di depan matanya. Udara dingin tiba-tiba menusuk, menusuk hingga ke sumsum tulang. Suara dentingan rantai itu… masih bergema, mengisi kehampaan yang memekakkan telinga. Tapi Risa… Risa sudah tidak ada.
“Risa… Risa!” teriaknya lagi, suaranya serak, gemetar, penuh keputusasaan. Ia memukul lantai kayu tua itu, frustrasi, bingung. Ke mana Risa pergi? Apa yang terjadi? Bayangan hitam pekat itu… ia menelan Risa, begitu saja, tanpa jejak.
Seluruh ruangan terasa berputar. Kevin merangkak, tangannya menyapu lantai di sekitar tempat Risa berdiri tadi. Nihil. Tidak ada apa-apa. Tidak ada sisa-sisa, tidak ada petunjuk, hanya kehampaan yang mencengkeram. Kunci di kalung Risa… liontin kunci itu… yang selalu tergantung di lehernya… ia ingat bagaimana liontin itu memanas, berdenyut-denyut, sebelum semua terjadi. Apa itu pertanda? Atau justru pemicunya?
Pandangannya jatuh pada cermin besar yang tergantung di dinding ruang tamu. Cermin yang selama ini seolah menyimpan bisikan, cermin yang selalu menarik perhatian Risa. Sekarang, di permukaannya yang kusam, Kevin melihat pantulan dirinya sendiri yang berantakan, dan di belakangnya… bayangan samar, nyaris tak terlihat, sekelebat sosok hitam yang bergerak cepat di sudut ruangan. Kevin berbalik, jantungnya berpacu gila-gilaan. Tidak ada siapa-siapa. Hanya dinding kosong yang dihiasi sarang laba-laba.
Ini bukan ilusi. Bukan halusinasi. Ini nyata. Ini adalah sesuatu yang mereka hadapi. Sesuatu yang telah menunggu. Kevin mengepalkan tangannya. Rasa takut memang ada, merayap di setiap serat tubuhnya, tapi jauh di lubuk hatinya, ada amarah yang membara. Amarah karena ia tidak bisa melindungi Risa. Amarah karena ia membiarkan Risa ditarik ke dalam kegelapan ini.
Ia harus mencari Risa. Bagaimanapun caranya. Tapi ke mana? Bayangan itu datang entah dari mana, dan menghilang tanpa…
TERKUTUK! Rumah Tua Ini Simpan Rahasia Kematian Ibuku Yang Sebenarnya!
BAB 33: Jeritan Dalam Kekosongan
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 50 Episodes
Comments