Bibi Lastri tidak menunggu jawaban Risa. Tangannya yang dingin, entah kenapa Risa baru menyadarinya, sudah meraih lengan Risa, menariknya berdiri.
"Ayok, Risa! Kevin harus segera ditolong!" Suaranya parau, penuh kekhawatiran yang terasa terlalu sempurna, seolah ia sedang membaca naskah. Risa merasakan tarikan di lengannya, tapi pandangannya terpaku pada dahi Kevin yang membiru, lalu melirik ke arah kotak di genggamannya. Kotak kayu itu terasa menghangat, seolah ada denyut kehidupan di dalamnya.
"Tapi... dia..." Risa tergagap, menunjuk ke arah rerimbunan pohon tempat sosok hitam tadi berdiri. "Ada... ada sesuatu di sana, Bi."
Bibi Lastri hanya melirik sekilas, lalu kembali fokus pada Kevin. "Sudah tidak ada apa-apa, Risa. Kamu pasti ketakutan. Ayo cepat!" Desakannya begitu kuat, nyaris memaksa. Tanpa buang waktu, Bibi Lastri membungkuk, berusaha mengangkat tubuh Kevin yang lunglai. Tenaganya, anehnya, terlihat lebih besar dari yang Risa kira.
"Biar Risa bantu, Bi." Risa ikut membantu memapah Kevin. Setiap sentuhan pada Kevin, setiap langkah yang mereka ambil menjauh dari kebun belakang yang gelap, terasa seperti sebuah pelarian. Tapi lari dari apa? Hantu yang tidak terlihat? Atau dari Bibi Lastri yang tiba-tiba muncul entah dari mana?
Perjalanan singkat menuju mobil Bibi Lastri terasa seperti seratus tahun. Di sepanjang jalan setapak yang remang, Risa terus melirik ke belakang, berharap melihat jejak sosok hitam itu, namun hanya kegelapan dan siluet pohon-pohon tua yang menjulang seperti jemari monster. Mobil Bibi Lastri, sebuah sedan hitam keluaran lama, sudah terparkir di depan gerbang. Bagaimana Bibi Lastri bisa tahu mereka ada di kebun belakang? Mengapa ia tidak bertanya apa yang terjadi pada Kevin, selain hanya melihat dahinya? Pertanyaan-pertanyaan itu berdengung di kepala Risa, berputar-putar seperti lalat pengganggu.
Kevin ditempatkan di kursi belakang. Risa memutuskan untuk ikut duduk di belakang, mendekap erat Kevin yang tak sadarkan diri, dan tentu s…
TERKUTUK! Rumah Tua Ini Simpan Rahasia Kematian Ibuku Yang Sebenarnya!
BAB 8: Kilatan Hitam di Balik Senyum
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 50 Episodes
Comments