Udara dingin menusuk tulang, lebih dingin dari hembusan angin hujan yang menusuk kulit. Bukan, ini bukan dinginnya alam. Ini dinginnya teror yang merayap dari dalam rumah tua, menyelinap ke pori-pori Risa, membekukan setiap selnya.
Gantungan kunci Kevin yang berlumuran darah itu terasa seperti sebongkah es di tangannya. Bau anyir, bau busuk, jejak kaki berlumpur dan berdarah yang mengarah ke dalam. Semuanya berteriak, memperingatkan, tapi Risa tak punya pilihan. Kevin ada di dalam. Sendirian. Atau mungkin, tidak sendirian.
“Kevin…” Gumamnya lagi, lebih seperti mantra ketimbang panggilan. Ia mengumpulkan sisa-sisa keberaniannya yang terserak. Jantungnya berdetak seperti genderang perang, menabuh irama horor di telinganya. Dengan satu tarikan napas panjang, Risa melangkah melewati ambang pintu, mengikuti jejak kengerian itu masuk ke dalam rumah.
Kegelapan menyambutnya. Listrik mati, mungkin karena badai. Hanya kilat sesekali yang menyambar di luar, menerangi sekilas ruang tamu yang luas dan kosong. Cermin besar di dinding memantulkan bayangan Risa yang gemetar, siluet tipis yang terdistorsi oleh kilatan cahaya. Ia melihat pantulan dirinya, dan untuk sesaat, ia bersumpah melihat pantulan lain di sampingnya. Sosok samar, berambut panjang, menatapnya dari balik cermin dengan mata kosong. Risa mengedipkan mata, dan sosok itu hilang. Hanya pantulan dirinya yang ketakutan.
“Risa? Kamu di mana?”
Suara itu! Suara Bibi Lastri! Risa tersentak. Suara itu datang dari arah dapur, dari bagian belakang rumah. Ia segera merunduk, bersembunyi di balik sofa tua yang berdebu. Napasnya tertahan. Kenapa Bibi Lastri ada di dalam? Kenapa dia tidak keluar mencari Risa? Kenapa dia terdengar… tenang? Atau justru pura-pura tenang?
Langkah kaki Bibi Lastri terdengar mendekat, perlahan, menyeret. Risa menahan napas, berharap kegelapan bisa menyembunyikannya. Ia bisa merasakan tatapan mata Bibi Lastri menyisir setiap sudut ruangan, mencari. Jantung Risa berpacu lebih kencang. Jika Bibi Lastri meli…
TERKUTUK! Rumah Tua Ini Simpan Rahasia Kematian Ibuku Yang Sebenarnya!
BAB 13: Jejak Darah di Ambang Pintu
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 50 Episodes
Comments