Risa merasakan dingin lantai rumah sakit yang menusuk kulitnya, namun rasa dingin itu tak sebanding dengan kekosongan yang tiba-tiba melahap jiwanya. Kevin. Satu-satunya cahaya di tengah kegelapan ini. Bagaimana mungkin? Tubuhnya bergetar, terisak tanpa suara. Namun, bisikan lembut ibunya, ‘Gali… Risa… Gali lebih dalam…’, menyentak kesadarannya. Suara itu bukan sekadar ilusi; itu adalah perintah, sebuah janji bahwa masih ada harapan.
Dengan susah payah, Risa menyeret dirinya bangkit. Kakinya terasa seperti jelai, gemetar dan lemah, namun tekad di matanya lebih kuat dari sebelumnya. Tidak ada waktu untuk larut dalam kesedihan. Kevin membutuhkannya. Ibunya membutuhkan kebenaran. Dan ia, Risa, adalah satu-satunya yang bisa melakukannya. Ia menyeka air mata dengan punggung tangan, meninggalkan jejak kotor di pipinya. Napasnya terengah-engah, setiap tarikan terasa berat, menusuk paru-paru yang terasa sesak.
Ia bergegas keluar dari rumah sakit, meninggalkan bau antiseptik yang menusuk hidung dan desah panik para perawat. Dunia di luar tampak asing. Cahaya sore yang keemasan di jalanan Jakarta terasa begitu kontras dengan kegelapan hatinya. Klakson mobil, hiruk pikuk pejalan kaki, semua terdengar seperti gumaman yang jauh, tak relevan. Pikirannya hanya terfokus pada satu tujuan: perpustakaan kota. Tempat di mana arsip-arsip tua bersembunyi, tempat di mana mungkin ada seberkas harapan.
Ia mencegat taksi pertama yang lewat. “Perpustakaan kota, Pak. Cepat!” ucapnya, suaranya serak dan gemetar. Sepanjang perjalanan, jantungnya berdegup tak karuan. Setiap detik yang berlalu terasa seperti pukulan godam di kepalanya. Bagaimana jika terlambat? Bagaimana jika Kevin… Tidak. Ia tidak boleh berpikir begitu. Ia harus percaya. Kevin adalah pejuang. Kevin pasti bertahan. Ia harus menemukan jawaban ini untuknya.
Begitu taksi berhenti di depan bangunan tua perpustakaan yang megah, Risa bahkan tidak menunggu kembalian. Ia menyerahkan lembaran uang dan melesat masuk, seolah ada sesuatu yang…
TERKUTUK! Rumah Tua Ini Simpan Rahasia Kematian Ibuku Yang Sebenarnya!
BAB 49: Petunjuk Terakhir
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 50 Episodes
Comments