Risa merasakan darahnya mendidih. Amarah yang dingin dan tajam menusuknya, melampaui rasa takut yang biasa ia rasakan. Bibi Lastri masih berdiri di dekat jendela, memunggungi Risa, bahunya tegang seolah memikul beban berat—atau mungkin, menyimpan rahasia busuk. Bayangan wanita itu tampak memanjang dan menari-nari di dinding usang di bawah cahaya lampu yang berkelap-kelip. Risa mengamati punggung Bibi Lastri, mencoba mencari celah, retakan pada topeng keramahan yang sempurna itu. Tapi tidak ada. Hanya ketegangan yang membeku di udara, sepekat malam.
"Risa, Bibi akan keluar sebentar. Ada urusan mendadak," suara Bibi Lastri memecah keheningan. Nadanya datar, terlalu datar. "Kamu jaga rumah ya. Kalau Kevin sadar, minta dia istirahat. Bibi sudah siapkan makanan di meja."
Tanpa menunggu jawaban, Bibi Lastri berbalik. Senyumnya sudah kembali, tapi kali ini terasa seperti sayatan tipis di bibir Risa. Wanita itu melangkah keluar dari ruang tamu, langkahnya cepat dan tergesa-gesa. Pintu utama menutup dengan suara pelan, namun dentumannya terasa memekakkan di telinga Risa.
Kepergian Bibi Lastri justru membuat ketegangan di ruangan itu menguap, digantikan oleh kelegaan yang hampa. Risa membuang napas panjang yang entah berapa lama ia tahan. Jantungnya masih berdegup kencang, memukul-mukul rusuknya seolah ingin keluar. Ia menatap kotak kayu di tangannya, lalu beralih ke Kevin yang masih terbaring tak sadarkan diri di sofa. Wajah Kevin pucat, tapi napasnya teratur. Syukurlah.
Risa bangkit, kotak itu ia dekap erat-erat. Kakinya melangkah hati-hati menuju kamar Kevin di lantai bawah, beruntung Bibi Lastri menempatkan kamar Kevin di sini, tak jauh dari ruang tamu. Perlahan, ia membuka pintu kamar Kevin. Suasana di dalamnya sama seperti kamar tamu kebanyakan, bersih dan teratur. Risa meletakkan kotak itu di nakas samping tempat tidur Kevin, di tempat yang aman dan mudah dijangkau jika ia butuh bantuan. Ia tidak bisa membuka kotak ini di dekat Bibi Lastri, dan sekarang adalah kese…
TERKUTUK! Rumah Tua Ini Simpan Rahasia Kematian Ibuku Yang Sebenarnya!
BAB 9: Petunjuk Terlarang
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 50 Episodes
Comments