Jantung Risa berdentum, memacu darahnya yang dingin hingga terasa panas di ujung-ujung jemari. Satu-satunya tujuan di kepalanya adalah Kevin. Gudang. Dia harus sampai ke gudang. Tak peduli kakinya bergetar hebat, tak peduli kepalanya masih berdenyut seperti ditusuk jarum, tekadnya membakar semua rasa sakit. Bibi Lastri membelakanginya, siluetnya memanjang diterpa cahaya lilin yang menari. Ini kesempatannya.
Dengan gerakan sehalus mungkin, Risa melompat dari kasur usang. Suara pegasnya berdecit pelan, tapi cukup untuk membuat napasnya tertahan. Bibi Lastri tidak menoleh. Wanita itu sibuk mengaduk sesuatu di cangkir keramik, punggungnya terlihat tegang. Risa menyusup, merayap di balik lemari kayu yang retak, lalu mengendap-endap menuju pintu kamar. Setiap langkah adalah perjuangan, seolah ada beban tak kasat mata yang menekannya ke lantai. Aroma melati dan darah… masih tercium samar, melekat di udara seperti hantu.
“Risa? Kamu kenapa, Sayang?” Suara Bibi Lastri tiba-tiba memecah keheningan, terdengar begitu dekat, menusuk saraf Risa. Langkah kakinya terdengar mendekat. Risa membeku di ambang pintu, tangannya sudah menyentuh kenop dingin. Keringat dingin membasahi punggungnya. Mati aku. Dia tahu aku mau kabur.
Bibi Lastri berdiri di belakangnya, bayangannya menelan Risa. “Mau ke mana? Bibi kan sudah bilang, kamu masih harus istirahat.” Suaranya lembut, terlalu lembut. Risa bisa merasakan tatapan dingin itu menembus punggungnya. Ia tak berani menoleh. Jari-jari Bibi Lastri menyentuh bahunya, sentuhan yang terasa seperti cengkeraman baja. Risa merinding.
“Aku… aku mau ke toilet, Bi,” jawab Risa, suaranya tercekat. Ia berusaha agar kalimatnya terdengar senormal mungkin, tapi getaran di suaranya tak bisa ia sembunyikan. Bibi Lastri tertawa kecil. Tawa yang tak sampai ke matanya. Tawa yang membuat bulu kuduk Risa berdiri.
“Oh, toilet. Kenapa tidak bilang? Sini, Bibi temani.”
Risa menolak dengan gelengan kepala. “Tidak usah, Bi. Aku… aku bisa sendiri.” Ia menarik napas dalam…
TERKUTUK! Rumah Tua Ini Simpan Rahasia Kematian Ibuku Yang Sebenarnya!
BAB 14: Terjebak di Sarang Penipu
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 50 Episodes
Comments