Risa merasakan denyutan tajam di pelipisnya. Bukan hanya sakit fisik, tapi juga gelombang energi yang memecah dari dalam dirinya, seolah ada pintu yang baru saja terbuka lebar. Bisikan ibunya semakin jelas, mendesak, seolah itu adalah satu-satunya jalan keluar. Kevin tergeletak tak sadarkan diri, tubuhnya lunglai di dekat lubang menganga di dinding. Debu dan serpihan kayu masih berjatuhan, menambah kekacauan. Entitas hitam itu, dengan cakarnya yang mengilat tajam, sudah di ambang serangan terakhir.
Namun, tatapan Risa terkunci pada cermin besar di ruang tamu. Bukan lagi sekadar pantulan buram, cermin itu kini berdenyut dengan cahaya biru pucat, seperti jantung yang berdetak di tengah kegelapan. Cahaya itu memanggilnya, bukan dengan suara, tapi dengan resonansi yang menggetarkan jiwanya. Ada sesuatu di sana, sesuatu yang tersembunyi, yang selama ini menunggu.
"Ibuku…" bisik Risa, suaranya tercekat. Ia bisa merasakan tarikan kuat dari cermin itu, seperti arus yang tak terlihat. Entitas hitam itu mendesis, menyadari perhatian Risa teralih. Serangannya melambat sesaat, seolah terkejut dengan apa yang terjadi pada cermin itu. Kesempatan. Risa tahu itu adalah satu-satunya kesempatan yang ia miliki.
Tanpa berpikir dua kali, Risa menerjang. Bukan ke arah entitas itu, melainkan ke arah cermin. Energi dalam dirinya bergolak hebat, seperti badai yang siap meledak. Ketika ia melangkah, cahaya di cermin semakin intens, menerangi wajahnya yang pucat. Entitas itu meraung marah, melesat mengejar, cakarnya siap menghantam. Risa merasakan hawa dingin menusuk punggungnya, bau anyir dan busuk menusuk hidungnya. Tapi ia tidak berhenti.
Jari-jari Risa menyentuh permukaan cermin yang dingin. Seketika, cahaya biru itu menyelimutinya, menariknya masuk. Bukan hanya visual, tapi juga sensasi fisik. Tubuhnya terasa ditarik kuat, seolah ia adalah daun yang tersedot ke dalam pusaran air. Entitas itu, yang sudah nyaris mencengkeramnya, kini membentur permukaan cermin yang beriak seperti air, tida…
TERKUTUK! Rumah Tua Ini Simpan Rahasia Kematian Ibuku Yang Sebenarnya!
BAB 45: Cermin Memanggil, Rahasia Terkuak
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 50 Episodes
Comments