Di balik kesibukannya, ada momen-momen kecil yang tak bisa ia hindari kenangan, tentang seseorang yang dulu berjalan di belakangnya, tentang suara kecil yang jarang ia dengar, namun entah mengapa kini terasa begitu jelas. Marsha adik bungsunya yang hilang.
Valerina pernah mencoba mengabaikannya, meyakinkan diri bahwa semuanya adalah kebetulan, bahwa kehilangan itu tidak ada hubungannya dengan siapa pun, namun semakin ia dewasa semakin sulit ia menutup mata, Cara Ibunya bersikap dan Cara ia tidak pernah terlihat mencari. Dan cara semuanya terasa terlalu tenang setelah kepergian itu, sebuah pertanyaan yang dulu hanya bisikan, kini berubah menjadi sesuatu yang lebih nyata.
Suatu malam, di ruang kerjanya yang dipenuhi sketsa dan kain-kain mahal, Valerina terdiam cukup lama, Pensil di tangannya berhenti bergerak.
Tatapannya kosong, namun pikirannya jauh.
“…kalau kamu masih ada,” gumamnya pelan, hampir tak terdengar, “apa kamu akan membenciku juga…?”
Tidak ada jawaban, hanya keheningan yang kembali menyelimuti ruangan itu. Dan untuk pertama kalinya di balik ambisinya yang begitu besar, Valerina merasa, bahwa ada sesuatu dalam dirinya yang tidak pernah benar-benar utuh.
___
Malam telah larut, namun lampu di ruang kerja itu masih menyala terang, Valerina berdiri di depan meja panjangnya, dipenuhi lembaran sketsa, potongan kain, dan warna-warna yang belum sepenuhnya selesai ia putuskan. Tangannya bergerak pelan, namun pikirannya jauh lebih sibuk dari sekadar garis dan pola.
Ruangan itu sunyi, sangat sunyi hanya suara pensil yang sesekali bergesekan dengan kertas, lalu berhenti seolah kehilangan arah.
Pandangan Valerina kosong sejenak, jatuh pada salah satu sketsa yang belum selesai. Namun yang ia lihat bukan lagi desain, melainkan bayangan masa lalu. “…Marsha, kamu sangat beruntung,” gumamnya lirih, suaranya pelan, nyaris tenggelam dalam keheningan.
Ia bahkan tidak tahu bagaimana keadaan adiknya sekarang, tidak tahu apakah ia masih hidup, atau justru telah menjadi kenangan…
Anak Terbuang Milik CEO Arogan
bab 8 De'Valerine cafe
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 134 Episodes
Comments